Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 November 2013

Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang mengutamakan kerjasama antar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran ini mengubah peran guru yang awalnya hanya berpusat pada guru sebagai sumber pengetahuan atau sumber belajar, selanjutnya dengan model pembelajaran kooperatif ini peran guru berubah yaitu dengan model pembelajaran kooperatif yang mengarah ke pengelolaan siswa dalam kelompok-kelompok kecil.
Pembelajaran kooperatif ini didasarkan pada gagasan atau pemikiran bahwa siswa bekerja bersama-sama dalam belajar, dan bertanggung jawab terhadap aktivitas belajar kelompok mereka seperti terhadap diri mereka sendiri.
Langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif yitu:
1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.
Hal ini Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa untuk belajar.
2. Menyampaikan informasi.
Guru menyampaikan informasi kepada siswa dengan jalan mendemonstrasikan atau lewat bahan bacaan.
3. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
4. Membimbing kelompok bekerja dan belajar.
Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas.
5. Evaluasi.
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
6. Memberikan penghargaan.
Guru mencari cara-cara untuk menghargai upaya atau hasil belajar individu maupun kelompok.
Demikian sedikit uraian mengenai model pembelajaran kooperatif yang dapat saya bagikan.

Selasa, 26 November 2013

multiple intelegensi

Setiap orang pada dasarnya mempunyai multiple intelegensi yang dibawa sejak lahir, namun hal tersebut biasanya tidak nampak di dalam kehidupan seseorang tersebut. Padahal jika multiple intelegensi tersebut digali dengan baik maka akan berkembang dan kelihatan di dalam seseorang tersebut.
Para ahli menemukan 150 jenis kecerdasan manusia. Cukup lama orang beranggapan bahwa IQ ( intelligence quotient ) merupakan penentu kesuksesan belajar dan hidup seseorang. Seperti anggapan bahwa IQ-nya tinggi maka ia akan sukses dalam kehidupan nyata. Namun pernyataan itu tidak selalu benar. Banyak orang IQ – nya tinggi tetapi gagal dalam hidup. Maka disadari bahwa IQ meskipun tinggi namun bukan segala–galanya.
Perlu disadari pula dengan penemuan SQ ( spiritual quotient) dan EQ ( emotional quotient ) maka IQ, EQ, dan SQ perlu dikembangkan secara bersamaan, agar seseorang berhasil. Prof. Dr.Howard Gardner seorang quotient) dan EQ ( emotional quotient ) maka IQ, EQ, dan SQ perlu dikembangkan secara bersamaan, agar seseorang berhasil.
Prof. Dr.Howard Gardner seorang psikolog dan ahli pendidikan dari Universitas Harvard AS merumuskan teorinya Multiple Intelligences ( kecerdasan ganda / majemuk ).
Dengan demikian, Prof. Dr.Howard Gardner mengemukakan 9 kecerdasan yaitu:
1. Inteligensi linguistik ( Linguistic intelligence). Kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata – kata secara efektif baik secara oral/lisan maupun secara tertulis.
Kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa secaa umum. Orang yang memiliki intelegensi linguistik tinggi akan berbahasa dengan lancar, baik, dan lengkap.
2. Inteligensi matematis-logis ( Logical – mthematical intelligence ).
Kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan bilangan dan logika secara efektif. Orang yang memiliki intelegensi matematis-logis sangat mudah membuat klasifikasi dan kategorisasi dalam pemikiran serta cara mereka bekerja. Dalam menghadapi banyak persoalan, dia akan mencoba mengelopokkannya sehingga mudah dilihat mana yang pokok dan yang tidak, mana yang berkaitan antara satu dan lainnya, serta mana yang merupakan persoalan lepas. Maka dia tidak mudah bingung. Pemikiran orang dengan intelegensi matematis-logis adalah induktifdan dedukti, jalan pikiran bernalar dengan mudah mengembangkan pola sebab akibat.
3. Inteligensi ruang-visual (Spatial intelligence ).
Kemampuan untuk menangkap dunia ruang visual secara tepat dan kemampuan untuk mengenal bentuk dan benda secara tepat serta mempunyai daya imaginasi secara tepat. Meski melihat dari jauh, ia dapat memperkirakan letak benda itu. Orang yang memiliki intelegensi ruang-visual tinggi punya persepsi yang tepat tentang suatu benda dengan ruang disekitarnya, ia dapat memandang dari berbagai sudut. Maka, ia dapat menggambarkan kedudukan ruang dengan baik.
4. Inteligensi kinestetic-badani (bodily- kinesthetic intelligence ).
Kemampuan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Orang yang memiliki intelegensi kinestik-badani dengan mudah dapat mengungkapkan diri dengan gerak tubuh mereka. Apa yang mereka pikirkan dan rasakan dengan mudah diekspresikan dengan gerak tubuh, dengan tarian dan ekspresi tubuh. Mereka juga dengan mudah dapat memainkan mimik, drama, dan peran. Mereka dengan mudah dan cepat melakukan gerak tubuh dalam olahraga dengan segala macam variasinya. Yang sangat menonjol dalam diri mereka adalah koordinasi dan fleksibilitas tubuh yang begitu besar.
5. Inteligensi musikal ( Musical intelligence ).
Kemampuan untuk mengembangkan , mengekspresikan dan menikmati bentuk – bentuk musik dan suara, peka terhadap ritme, melodi, dan intonasi serta kemampuan memainkan alat musik, kemampuan menyanyi, kemampuan menciptakan lagu, kemampuan untuk menikmati lagu, musik dan nyanyian.
6. Inteligensi interpersonal ( Interpersonal intelligence ).
Kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan , intensi, motivasi, watak, temperamen orang lain. Kepekaan akan ekspresi wajah, suara, isyarat dari orang lain juga termasuk dalam intelegensi inti. Secara umum intelegensi interpersonal berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menjalin relasi dan komunikasi dengan berbagai orang. Orang yang kuat dalam intelegensi interpersonalnya biasanya sangat mudah bekerja sama dengan orang lain, dan mudah berkomunikasi dengan orang lain. Hubungan dengan orang lain bagi mereka menyenangkan dan sepertinya keluar begitu saja secara otomatis.1. 7. Inteligensi intrapersonal ( Intrapersonal intelligence )
8. Inteligensi lingkungan / naturalis ( Naturalist intlligence )
Kemampuan untuk mengerti flora dan fauna dengan baik, menikmati alam, mengenal tanaman dan binatang dengan baik. Orang yang punya intelegensi lingkungan tinggi biasanya mampu hidup diluar rumah, dapat berkawan dan berhubungan baik dengan alam, mudah membuat identifikasi dan klasifikasi tanaman dan binatang. Orang ini mempunyai kemampuan mengenal sifat dan tingkah laku binatang, biasanya mencintai lingkungan, dan tidak suka merusak lingkungan.
9. Inteligensi eksistensial ( Exixtential intlligence )
Kemampuan menyangkut kepekaan dan kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan – persoalan terdalam keberadaan atau eksistensi manusia. Orang tidak puas hanya menerima keberadaannya secara otomatis, tetapi mencoba menyadarinya dan mencari jawaban yang terdalam. Inte;egensi ini tampaknya sangat berkembang pada banyak filsuf, terlebih filsuf eksistensialis yang selalu mempertanyakan dan mencoba menjawab persoalan eksistensi hidup manusia.

Sabtu, 23 November 2013

Inovasi Pendidikan

1. Inovasi
Secara etimologi inovasi berasal dari Kata Latin innovation yang berarti pembaharuan atau perubahan. Kata kerjanya innovo yang artinya memperbaharui dan mengubah inovasi ialah suatu perubahan yang baru menuju kearah perbaikan, yang lain atau berbeda dari yang ada sebelumnya, yang dilakukan dengan sengaja dan berencana (tidak secara kebetulan).

Istilah perubahan dan pembaharuan ada pebedaan dan persamaanya. Perbedaannya , kalau pada pembaharuan ada unsur kesengajaan. Persamaannya. Yakni sama sama memilki unsur yang baru atau lain dari yang sebelumnya. Kata “Baru” dapat juga diartikan apa saja yang baru dipahami, diterima, atau dilaksanakan oleh si penerima inovasi, meskipun bukan baru lagi bagi orang lain. Nemun, setiap yang baru itu belum tentu baik setiap situasi, kondisidantempat.

2. Inovasi Pendidikan

Ibrahim (1988) mengemukakan bahwa inovasi pendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Jadi, inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau kelompok orang (masyarakat), baik berupa hasil intervensi (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau memecahkan masalah pendidikan nasional.

Inovasi (pembaharuan) terkait dengan invention dan discovery. Invention adalah suatu penemuan sesuatu yang benar benar baru, artinya hasil kreasi manusia. Penemuan sesuatu (benda) itu sebelumnya belum pernah ada, kemudian diadakan dengan bentuk kreasi baru. Discovery adalah suatu penemuan (benda), yang benda itu sebenarnya telah ada sebelumnya, tetapi semua belum diketahui orang. Jadi, inovasi adalah usaha menemukan benda yang baru dengan jalan melakukan kegiatan (usaha) baik invention dan discovery.
3. Tujuan Inovasi Pendidikan

Menurut santoso (1974), tujuan utama inovasi, yakni meningkatkan sumber sumber tenaga, uang dan sarana, termasuk struktur dan prosedur organisasi.
Tujuan inovasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi,relevansi, kualitas, dan efektivitas. Sarana serta jumlah peserta didik sebanyak banyaknya, dengan hasil pendidikan sebesar besarnya (menurut kriteria kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan pembangunan), dengan jumlah yang sekecil kecilnya.

Tujuan inovasi pendidikan Indonesia tahap demi tahap, yaitu :
1. Mengejar ketinggalan ketinggalan yang dihasilkan oleh kemajuan kemajuan ilmu dan teknologi sehingga makin lama pendidikan di Indonesia makin berjalan sejajar dengan kemajuan kemajuan tersebut.
2. Mengembangkan terselenggaranya pendidikan sekolah maupun luar sekolahbagi setiap warga negara. Misalnya meningkatkan daya tampung usia sekolah SD, SLTP, SLTA, dan perguruan tinggi. Di samping itu, akan di usahakan peningkatan mutu yang dirasakan semakin menurun dewasa ini. Dengan sistem penyampaian sistem yang baru, dihaarpkan peserta didik menjadi manusia yang aktif, kreatif, dan terampil memecahkan masalahnya sendiri.

3. Masalah Masalah yang Menuntut Diadakan Inovasi Pendidikan di Indonesia yaitu:
1. Perkembangan ilmu pengetahuan menghasilkan kemajuan teknologi yang mempengaruhi kehidupan sosial, ekonomi, politik, pendidikan, dan kebudayaan bangsaIndonesia.
2. Laju eksplosi penduduk yang cukup pesat, yang menyebabkan daya tampung, ruang, dan fasilitas pendidikan yang sangat tidak seimbang.
3. Melonjaknya aspirasi masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, sedangkan dipihak lain kesempatan sangat terbatas.
4. Mutu pendidikan yang dirasakan makin menurun, yang belum mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
5. Belum berkembangnya alat organisasi yang efektif, serta belum tumbuhnya suasana yang subur dalam masyarakat untuk mengadakan perubahan perubahan yang dituntut oleh keadaan sekarang dan yang akan datang.
6. Kurang ada relevansi antara program pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun.
7. Keterbatasan dana.
Sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini, telah banyak diperkenalkan inovasi inovasi pendidikan dan atau kurikulum yang diadopsi dari luar negeri maupun hasi pemikiran para ilmuan Indonesia sendiri. Semua inovasi tersebut diharapkan dapat memcahkan permasalahan pendidikan yang sedang dialami di Indonesia.

4. Berbagai upaya inovasi pendidikan
a. Inovasi Kurikulum
Menurut Fuad Ihsan (2005:194) menjelasakan
1. Proyek perintis sekolah pembangunan.(1974)
PPSP adalah salah satu proyek dalam rangka program pendidikan yang ditugaskan untuk mengembangkan satu sistem pendidikan dasar dan menengah.
2. Kurikulum 1975
Kurikulum ini menekankan pada efesiensi dan efentifitas pengunaan dan, daya dan waktu yang tersedia. Proyek Pamong, Pamong singkatan dari pendidikan anak oleh masyarakat, orang tua, dan guru. SMP terbuka (1984), Universitas Terbuka
3. Kurikulum 1984
Proses belajar dan mengajar adalah pendekatan keterampilan proses yang diujudkan dalam bentuk belajar siswa aktif (CBSA)
4. Kurikulum 1994
Perbedaan kurikulum 1994 dengan sebelumnya pada pelaksanaan pendidikan dasar 9 tahun, memerlakukan muatan local, penyempurnaan 3 kemampuan dasar menulis, membeca, dan menghitung
5. Kurikulum 2006 KTSP