Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juni 2015

MERASA TERTINDAS dalam DIRI KITA

Selamat pagi semuanya, bagaimana kabarnya? pada pagi hari ini saya harap kabarnya sehat selalu.
Pada kesempatan ini saya akan sedikit berbagi mengenai hal perasaan yang sering muncul di dalam diri kita. Kita terkadang di dalam kehidupan sehari-hari sering merasa direndahkan, tidak diakui keberadaanya, kurang dihargai, dianggap tidak mamu dan lain-lain.
Perasaan-perasan tersebut yang muncul di dalam diri kita tentunya membuat hidup diri kita merasa tidak ada gunanya lagi di dunia ini. Tetapi di sisi lain kita kurang menyadari bahwa diri kita merupakan cipptaan Tuhan, sehingga dengan demikian, bahwa setiap menusia mempunyai suatu hal yang berharga yaitu bahwa diri kita merupakan ciptaan tuhan yang multi talenta. Oleh karena itu, mari kita hilangkan perasaan-perasaan kita yang seiring muncul di dalam kehidupan kita yang dapat menyebabkan kita lemah dan tidak dapat bangkit lagi, tetapi mari kita sadari bahwa diri kita mampu dan bisa untuk melakukan sesuatu yang dianggap oleh orang lain bahwa diri kita tidak bisa dan tidak mampu. Karena kita mempunyai talenta yang berbeda-beda dalam hidup kita ini.
Kiranya dengan
artikel ini kita yang merasa dianggap tidak mampu dan dianggap tidak bisa melakukan apa-apa, mari kita hilangkan perasaan-perasaan dan pandangan atau pemikiran tersebut dengan menunjukkan bahwa kita mempunyai talenta yang sangat lluar biasa dari Tuhan.

Salam Keterbatasan Tidak Membuat Hidup ini terbatas.

Sabtu, 23 November 2013

Semangat dalam Keterbatasan

SEMANGAT DALAM KETERBATASAN
Oleh Ardiansyah

Kata Pengantar
Segala puji bagi Allah SWT yang telah mencurahkan rahmatnya sehingga aku dapat berbagi kisah dengan pembaca melalui tulisan ini. Ini adalah murni kisah yang benar-benar terjadi dan kualami. Meski sebagian besar peristiwa sudah tampak kabur dari ingatanku, namun sedikit banyak telah dapat kugali kembali hingga akhirnya dapat menjadi sebuah tulisan yang tak seberapa ini. Kali ini aku hanya akan sedikit berbagi sepenggal kisah perjalanan hidupku yang penuh dengan suka dan duka sebagai seorang tunanetra. Terlalu panjang sebenarnya untuk dikisahkan, dan jujur saja, mungkin kurang begitu menarik untuk dibagikan. Namun tak mengapalah, meski singkat dan kurang menarik, dengan penuh kerendahan hati kucoba tuliskan kisah ini semoga dapat memberi manfaat bagi pembaca.
Yogyakarta Minggu 28 Juli 2013

Namaku Ardiansyah. Dan aku adalah seorang penyandang tunanetra. Statusku saat ini adalah sebagai seorang mahasiswa disebuah universitas negri di Yogyakarta. Mungkin pembaca bertanya-tanya dalam hati, “bagaimana seorang tunanetra dapat menjadi mahasiswa”. Inilah yang akan aku kisahkan, perjuangan hidupku sebagai seorang tunanetra yang selalu diremehkan, dihina, dipandang sebelah mata oleh teman-teman semasa kecil, kini telah dapat meraih sebagian cita-citanya untuk terus bersekolah dan belajar hingga perguruan tinggi sekarang ini. Namun sepenggal kisah ini belum apa-apa, karena masih akan terus berlanjut hingga nanti entah kapan, mungkin hingga akhir hayatku. Sebab masih banyak impian, harapan dan cita-cita yang ingin aku wujudkan dalam hidupku. Baiklah para pembaca yang budiman, inilah sepenggal kisahku.
Aku dilahirkan dalam sebuah keluarga yang sangat sederhana. Pekerjaan ayahku hanyalah sebagai sopir bus, sedangkan ibuku hanyalah sebagai ibu rumahtangga biasa. Aku terlahir normal yaitu belum menyandang tunanetra. Ayah dan ibu sangat bangga pada waktu itu dengan kelahiranku, seorang anak laki-laki yang diharapkan kelak dapat menjadi kebanggaan keluarga. Aku sedikit ingat ketika ibu menimangku entah kapan itu, yang jelas aku belum tunanetra, bahwa aku harus jadi anak pinter, sukses, dan dapat menjadi kebanggaan keluarga. Dan aku ingat pula ketika ayahku suatu saat pernah berujar kepada ibuku, bahwa meski hidup kami pas-pasan, namun beliau akan berusaha menyekolahkanku dengan segala daya dan upaya agar kelak dapat menjadi orang yang berhasil. Hal ini wajar, kerena aku adalah anak pertama dalam keluarga kami. Namun apa hendak dikata, siapalah yang dapat menolak takdir Allah. Siapalah yang dapat mennentang kehendak-Nya, jika Allah telah berkehendak maka pasti segala daya dan upaya siapapun selain karena kehendak_Nya tidak akan berarti apapun. Kala itu usiaku telah menginjak enam tahun. Dan diusia itulah Allah mulai mengujiku dengan ujian yang sangat berat, yaitu dengan diambilnya dua hal yang sangat kucintai, bahkan sangat dicintai oleh siapapun di dunia ini. Bahkan siapapun tidak akan rela untuk menukarnya dengan apapun demi dua benda ini, yaitu mata. Meskipun ujian Allah itu bermula saat aku masih kecil, namun tak pernah sedikitpun lekang dari ingatanku.
Kala itu kakak sepupuku adalah teman bermain semasa kecilku. Dia lebih tua dua tahun dariku. Maka sudah pasti dialah yang selalu mengawasiku dan membimbingku saat kami bermain. Dia adalah anak pamanku yang merupakan kakak dari ibuku. Setiap hari kita memang selalu bermain bersama karena memang pada waktu itu kita tinggal serumah. Keluargaku dan keluarga pamanku memang masih tinggal serumah yaitu di rumah nenekku. Sebab waktu itu memang ayahku belum mempunyai rumah sendiri. Saat itu aku meminta pada kakakku untuk mengajariku naik sepeda. Karena kami belum mempunyai sepeda sendiri, setiap berlatih kami selalu menggunakan sepeda kawan kakakku yang sudah rusak. Pengayuhnya sudah hilang, serta stangnya sudah sedikit bengkok. Bahkan standartny pun sudah tidak ada. Di suatu pagi, seperti biasa aku dengan kakak sepupuku berencana akan berlatih sepeda. Dan tak lama kemudian kakakku pun pergi ke rumah temannya untuk meminjam sepeda. Karena lama menunggu, aku pun lupa dengan rencanaku semula untuk belajar naik sepeda dengan kakakku. Akhirnya pun aku mulai bermain sendiri. Namanya anak kecil, aku gemar sekali bermain sambil berloncat-loncat, berlari-lari bahkan panjat memanjat. Ketika itu, ketika aku sedang berlari, dan tidak memperhatikan arah lariku, tanpa sengaja kakiku terantuk sesuatu dan akupun jatuh tertelungkup dan “Cles!” Sebatang besi tajam menghujam mata kananku. Ternyata, ketika aku sedang asik bermain tadi, kakakku telah menaruh sepeda dengan posisi rebah, karena memang sepeda tersebut sudah tidak ada standartnya. Ternyata sebatang besi tajam tersebut adalah merupakan besi yang mencuat ditempat dimana seharusnya pengayuh sepeda berada. Akupun menjerit! Meraung! Menangis sejadi-jadinya dan akhirnya tak sadarkan diri. Orang serumah gempar karena pristiwa itu, dan ibuku pun mengangis dan meraung-raung dan akhirnya juga jatuh tak sadarkan diri. Dan akupun segera dilarikan kerumasakit untuk menjalani oprasi. Sejak hari itu aku telah memulai kehidupanku sebagai seorang tunanetra. Pada mulanya mata kiriku masih normal, namun karena takdir Allah entah kenapa lambat laun bahkan tanpa kusadari Allah pun mengambil pula mata kiriku. Aku tak tau apa sebabnya, kenapa setelah mata kananku buta, pada akhirnya juga menjalar kemata kiriku. Inilah yang dinamakan takdir.
Kini hari demi hari pun harus kulalui, menjalani hidup sebagai seorang tunanetra. Meski usiaku masih kecil waktu itu, namun aku mulai dapat merasakan betapa sulitnya menjalani hidup sebagai seorang tunanetra. Dulu yang semula aku dapat bermain bersama teman-temanku, lambat laun pun kini satu demi satu teman-temanku mulai menjauhiku dan jarang lagi yang mau bermain denganku. Hal ini karena aku sudah tidak dapat bermain sebagaimana dulu lagi saat aku masih melihat. Seperti bermain kartu, bermain lompat tali, bermain petak umpet dan lain sebagainya. Yang ada kini hanyalah ledekan-ledekan dari teman-temanku. Betapa sedih hatiku setiap teman-teman meledekku sebagai bocah buta. Waktu itu setiap teman-teman meledekku, aku hanya bisa menangis dan mengadu pada ibu. Saat itu ibu hanya berkata “biarkan saja nak... Kamu lebih baik darinya....” dengan penuh perasaan. Setiap teman-temanku meledekku dan aku menangis, selalu saja kata itu yang diucapkan ibuku. Dahulu aku belum dapat merasakan makna dari perkataan ibuku tersebut, namun sekarang setelah dewasa aku mulai dapat mencerna bahwa ucapan ibuku itu merupakan ungkapan tulus seorang ibu tentang keadaan anaknya yang kurang beruntung sebagaimana anak umumnya. Bukan ungkapan penyesalan, melainkan merupakan ungkapan rasa haru dan pernyataan kasih yang tak terkira. Aku yakin, waktu itu terbersit dalam hati ibuku untuk terus merawatku dan menjadikan aku sebagai orang sukses meski tunanetra. Hal ini kuketahui dari kasih sayang ibuku sehari-hari padaku. Ibuku tidak pernah sekalipun mengeluh dengan keadaanku, tak pernah merasa malu mempunyai anak cacat sepertiku, justru selalu menguatkanku dengan nasehat-nasehatnya agar aku selalu optimis dan bersabar dengan keadaanku. Hanya ibulah yang selalu membimbingku melalui hari-hari yang belum terbiasa bagiku, hari-hari yang sulit dalam hidup sebagai seorang tunanetra. Sebab Saat itu ayah sudah mulai jarang di rumah, karena harus bekerja keras mencari nafkah seiring bertambahnya beban yang harus ditanggung ayah dengan lahirnya adik laki-lakiku.
Ternyata ujian Allah yang menimpa keluarga kami tidak hanya itu saja. Selang dua tahun setelah aku menjalani hidup sebagai seorang tunanetra, kembali ujian itu datang mendera hidupku dan keluargaku. Ayah yang sangat kukasihi, ayah yang selalu optimis dengan keadaanku yang tunanetra, ayah yang selalu tak pernah patah semangat untuk mencarikanku obat demi kesembuhanku, dan ayah yang merupakan tulang punggung keluarga, kini harus dipanggil ke hadirat Allah melalui sebuah kecelakaan tragis yang menimpa ayahku saat menunaikan tugasnya sebagai seorang supir bus. Selain ayahku ada pula beberapa orang penumpang yang turut meninggal dan luka-luka berat dalam peristiwa itu. Kini tinggalah ibu yang merupakan satu-satunya pengayomku. Padahal ibu baru saja melahirkan adik laki-lakiku,dan akupun jelas masih belum mandiri meski usiaku sudah menginjak delapan tahun. Hal itu wajar, karena aku belum dapat mengatasi traumaku. Kini tinggal ibulah yang harus berkerja keras untuk menyambung hidup kami dan serta merawatku menggantikan ayah. Meski aku masih kecil, aku pun juga telah dapat ikut merasakan betapa pahitnya hidup yang harus kami jalani.
Masih jelas dalam ingatanku waktu itu, aku selalu merasa iri jika aku mengetahui teman-temanku dapat bersekolah. Aku ingin sekali bersekolah sebagaimana teman-temanku. “ah namun apakah mungkin”, pikirku. Ibu semakin bersedih, jika aku mengeluhkan hal itu padanya. Bahkan tak jarang ibupun sering menangis, jika mengingat keadaan serta keinginanku tersebut. Pernah suatu ketika, dengan memberanikan diri, ibu mendaftarkanku ke sebuah sekolah dasar di kampungku. Hal itu karena ibu merasa iba jika setiap saat mendengar ratapanku yang begitu ingin sekali dapat bersekolah. Namun, yang hingga sekarang membuat perih hatiku, yang membuatku sakit hati jika mengingatnya, bukan hanya sekolah itu tidak menerimaku, melainkan mengataiku sebagai anak yang tak mungkin bersekolah karena kekuranganku. Padahal, ibuku hanya ingin menitipkan saja untuk sementara waktu hingga kami mendapatkan informasi dimana sekolah yang tepat buatku. Terlebih parah lagi, mereka selain tidak dapat menerimaku karena kekuranganku, juga merasa direpotkan jika aku berada di sekolah itu. Membuat malu sekolah, karena telah menerima anak cacat sehingga takut jika masyarakat akan memandang sebagai sekolah yang kurang murit dan kurang berkualitas hingga sampai murit cacatpun diteerima. Hal itu membuat ibuku semakin bersedih, apalagi bukankah menyekolahkanku di SLB yang hanya ada di kota akan perlu biaya mahal? Hal itulah yang pada akhirnya melatar belakangi ibuku terpaksa pergi mengadu nasip ke Jakarta menjadi penjual sayur kliling. Siapa tau akan dapat membiayaiku bersekolah di SLB di kota dan mencukupi kebutuhan adikku yang masih kecil. Dan berangkatlah ibu ke Jakarta untuk mengadu nasib, Sedangkan aku dan adikku tinggal bersama nenek dan paman di kampung.
Ujar-ujar kuno menyatakan, bahwa kehidupan manusia itu seperti roda, terkadang di bawah, dan terkadang pula di atas. Terkadang kita diuji dengan kesulitan hidup, terkadang pula kita pun juga pasti akan diuji dengan kelapangan dan kebahagiaan hidup. Tidak ada kesedihan yang tanpa diiringi kebahagiaan, dan tak ada kebahagiaan yang tanpa diiringi kesedihan. Selang beberapa bulan kemudian, agaknya keberuntungan demi keberuntungan mulai menghampiriku dan keluargaku. Pertama-tama, ibu yang baru empat bulan di Jakarta, diminta pulang oleh adik nenekku atau aku biasa memanggilnya mbah Lik untuk pulang dan mengelola warung makan milik mbah Lik. Hal itu karena memang mbah Lik sudah tua, dan kebetulan beliau juga tidak mempunyai anak yang memarisi usahanya. Dengan demikian, perekonomian keluargaku pun lambat laun Alhamdulillah mulai membaik. Meski ibu selain harus mengelola warung makan mbah Lik juga harus merawat Mbah Lik suami istri yang sudah jompo, namun paling tidak kami sudah dapat hidup dengan lebih baik dari pada sebelumnya. Sedangkan hal berikutnya yang aku anggap sebagai keberuntungan dalam hidupku adalah pada akhirnya akupun dapat bersekolah. Hal yang selama ini kuimpikan, hal yang siang dan malam kuidam-idamkan, akhirnya terwujud. Tak lama setelah kepindahan kami ke Semarang, datanglah sodara mudah ayahku yang konon kata ibuku orang yang cukup kaya di keluarga ayahku. Kedatangan adik ayahku tersebut adalah menawarkan diri bahwa beliau samggup untuk membiayai sekolahku. Tentu saja hal itu sangat menggembirakanku terlebih-lebih ibu. Kalau boleh dikata, hari itu adalah pertama kalinya aku merasakan kebahagiaan yang tak terkira selama aku menjalani hidup sebagai seorang tunanetra. Dan aku yakin, ibuku pun juga demikian. Akupun pada akhirnya dapat bersekolah di Solo, yaitu di sebuah SLB yang khusus bagi anak-anak tunanetra.***
Duabelas tahun tak terasa telah berlalu. Tak terasa pula kini aku sudah lulus SMA. Banyak hal yang telah aku dapatkan selama duabelas tahun bersekolah. disamping ilmu tentunya, melainkan juga pengalaman. Apalagi selama duabelas tahun itu pula aku hidup di asrama sehingga kemandirianku sudah tidak diragukan lagi. Dan Alhamdulillah pula, kini usaha ibuku pun juga sudah lumayan lancar. Meski ibu merupakan tulangpunggung keluarga, namun Alhamdulillah hidup kami pun terbilang cukup. Dan kini, setelah usaha ibuku sudah mulai maju, aku sudah tidak lagi dibiayai sekolah oleh adik ayahku. Bahkan tak jarang pula aku mendapat biasiswa karena beberapa prestasiku yang tak seberapa.

Meskipun aku hidup sebagai seorang tunanetra, namun aku tak ingin menjadi orang yang rendah diri, pesimis, salalu terpuruk, dan terbenam dalam api keputusasaan. Kutepiskan segala rasa keluh-kesah, minder, rendah diri, putus asa jauh-jauh dari hidupku. Sebab aku percaya, bahwa Kekurangan bukan merupakan hambatan untuk meraih kesuksesan, kekurangan bukan merupakan rintangan untuk meraih masa depan yang gemilang. Justru keputusasaan adalah pangkal dari kegagalan untuk meraih apa yang kita inginkan. Banyak sekali orang-orang yang memiliki kekurangan telah menjadi orang sukses. Hellen keler dan herotada Ototake misalnyaa, Hanya berbekal tekat dan semangat, mereka dapat meraih apa yang mereka cita-citakan dalam hidup. Tidak ada yang mustahil di dunia ini asal kita mau berusaha untuk mewujudkannya. Orang-orang seperti mereka itulah yang selalu menjadi motivasiku selama ini untuk berjuang, belajar dan berjuang melawan nasib hingga saat ini bahkan sampai nanti.

Terkadang aku masih merasa sedih jika mengetahui bahwa masih banyak teman-teman tunanetra yang belum mau bangkit dari keterpurukan hidup. Masih banyak diantara mereka yang belum dapat menerima keadaan, belum dapat menerima dengan lapang dada takdir Allah. Banyak diantara mereka yang tidak mau berjuang melawan keputus asaan, melawan nasib untuk bangkit meraih cita-cita. Banyak diantara mereka yang hanya hidup sebagai peminta-minta, berdiam diri di rumah menjadi beban keluarga dan bahkan masyarakat. Hendaknya, kita tidak boleh putus asa dalam menghadapi ujian hidup, dalam menerima takdir Allah. Dengan demikian,peran guru, pembimbing sekaligus motivator yang tau dunia mereka,yang senasip dengan mereka, dan yang pernah mengalami apa yang mereka alami sangat penting. Karena merekalah yang faham tentang kareter mereka lebih mendalam, dan mereka jugalah yang paling faham secara mendalam tentang emosi mereka. Hal itulah yang melatar belakangi aku bercita-cita untuk berkuliah agar aku dapat menjadi guru dan motifator bagi mereka nantinya. Selain itu, aku ingin menunjukan kepada dunia dan masyarakat bahwa tidak selamanya kaum disabilitas itu lemah, tidak selamanya orang berkekurangan itu menjadi beban keluarga, masyarakat bahkan negara. justru sebaliknya, bahwa kaum disabilitas itu dapat menjadi inspirasi bagi orang lain, mandiri, bermanfaat bagi orang lain, dan hidup layak sebagaimana orang normal pada umumnya. Maka dari itu, berkuliah di jurusan PLB (Pendidikan Luar Biasa) adalah kurasa yang paling tepat untuk menjembataniku mencapai impianku tersebut. Dan rasa syukur pun tak henti-hentinya aku panjatkan kepada Allah SWT karena pada akhirnya,aku meskipun berkekurangan seperti ini ternyata dapat juga berkuliah di kampus idaman, di kampus impian setiap pemuda, Universitas Negri Yogyakarta (UNY) dan diterima dijurusan PLB.

Demikian seklumit kisah hidupku, semoga dapat menjadi bahan renungan dan sumber inspirasi bagi yang membacanya.

Silahkan kenal Ardiansyah lebih lanjut Klik disini

Rabu, 24 Juli 2013

Senang Awal dari Kesuksesan

Senang dengan sesuatu merupakan hal yang sangat wajar di dalam kehidupan kita. Terlebih lebihnya hal yang sedang disenangi tersebut merupakan hal yang baru bagi kita, sehingga hal tersebut menjadi kesenangan atau menjadi penasaran tersendiri bagi kita.
Pada dasarnya kesenangan tersebut tidak ada masalah bagi kita, karena kesenangan tersebut merupakan kunci awal dari ketekunan, Hal tersebut dapat dilihat pada realitas yang ada di dalam kehidupan kita; yaitu ketika kita senang terhadap sesuatu yang baru, tentunya kita pasti ingin mengetahui, dan selanjutnya ingin bisa terhadap sesuatu yang baru tersebut. Tetapi yang menjadi masalah adalah kesenangan yang negatif atau kesenangan yang tidak dapat terkendali. Artinya kesenangan yang negatif atau kesenangan yang tidak terkendali yaitu bahwa kesenangan yang kita lakukan tersebut dapat membawa dampak negatif bagi kita, selanjutnya kesenangan yang tidak terkendali yaitu bahwa kesenangan yang kita lakukan tersebut dapat membuat lalai terhadap segala sesuatu hal, misalnya; ibadah, makan, dan berdoa.
Oleh karena itu, baerangkat dari senang tersebut, sehingga dapat memunculkan ketekunan. Setelah ketekunan itu sudah didapatkan di dalam kehidupan kita maka kesuksesan ada di dalam kehidupan kita.
Dengan demikian, mari kita menyenangi sesuatu yang positif untuk maraih kesuksesan yang kita inginkan, dan kesenangan tersebut mari kita lakukan dengan terkendali dan terarah sesuai dengan kapasitas kita miliki.
Mungkin itu yang dapat saya bagikan, ada
kurang dan lebihny, saya mohn maaf yang sebesar-besarnya.a

Sabtu, 12 Januari 2013

KEJENUHAN TERKADANG DATANG DENGAN TIBA-TIBA

Kejenuhan merupakan suatu yang ada dalam diri seseorang, yang muncul dengan pada saat seseorang tidak mempunyai sesuatu hal yang bervariasi.
Kejenuhan dapat juga diartikan sesuatu hal yang menetap, sehingga seseorang mengalami yang disebut titik jenuh. Hal tersebut terjadi disebabkan oleh beberapa hal:
1. Tidak pekerjaan.
2. Kegiatan yang tidak bervariasi.
3. Tidak adanya semangat hidup dalam diri seseorang.
4. Banyak masalah masalah yang terus menurus.
5. Tidak ada recana kedepan untuk masa depan yang akan dihadapi.
Penyabab-penyebab tersebut disetiap orang pasti mengalami salah satu hal yang dialami.
Oleh karena itu, jika sudah tahu apa penyebab yang menjadi kejenuhan yang ada di dalam hidup kita, mari kita mengubah dengan bertahap untuk menghilangkan rasa jenuh yang ada dalam hidup kita untuk menuju suatu yang lebih sukses.
Semoga tulisan sedikit ini dapat bermanfaat dan berguna bagi saudara-saudara.

Kamis, 08 November 2012

Kekuatiran yang menghambat aktivitas

Beberapa hari yang lalu ada seseorang yang di dalam aktivitasnya kelihatan gelisah dan tidak tenang. Hal itu nampak dalam kehidupan seorang itu. Pada hal seorang tersebut mepunyai kegiatan yang harus dikerjakan dengan fokus dan serius. Dengan demikian, seorang tersebut dalam kenyataanya tidak dapat mengerjakan dengan baik dan serius, sehingga akibat yang diperoleh pekerjaan tersebut tidak sesuai yang diharapkan.
Kegelisahan dan ketidaktenangan seseorang tersebut setelah diamati lebih lanjut dan ditanya oleh seorang temanya, maka ditemukanya apa penyebab kegelisahan orang tersebut, dengan cerita panjang lebar sehingga didapatkanya apa penyabab kegelisahan itu. selanjutnya dengan hasil cerita panjang lebar akhirnya menemukan jawaban bahwa kegelisahan orang tersebut karena "kuatir dalam hidupnya yang bagaimana masa depanya".
Dengan demikian, setelah melihat kisah cerita seorang yang menguatirkan dalam kehidupanya sehingga mebawa dampak yang sangat besar, baik dalam aktivitasnya sehari-hari maupun di dalam kehidupanya itu sendiri.
Oleh kerena itu, kita setelah melihat kisah di atas, maka kita harus bisa percaya diri dan menghilangkan dari rasa kekuatiran tersebut. Karena kekuatiran akan mengakibatkan suatu hal yang kemuduran dalam hidup. mengapa dapat membawa dampak kemunduran dalam hidup? karena orang yang mengalami kekuatiran biasanya cenderung memikirkan hal itu secara terus menerus dan takut untuk melangkah. Tentu setiap orang mempunyai dan mengalami yang namanya kuatir di dalam hidupnya, tetapi, bagaimana kita menyikapi hal itu. Maksudnya dengan adanya rasa kuatir tersebut, kita harus segera menghilangkan rasa itu dan semangat kembali dengan sikap percaya diri kita.
Ok. Demikian dari saya, ini yang dapat saya bagikan.
Terakhir dari saya, hilangkan rasa kuatir dan tetaplah semangat dalam menghadapi realita kehidupan.

Jumat, 05 Oktober 2012

MELANGKAH DAN MELANGKAH

Ketika kita berdiam dan merenungi hidup yang telah kita jalani, terkadang kita akan berpikiran yang negatif.
Misalnya; adanya pikiran yang seolah-olah memonis bahwa diri kita tidak bisa apa-apa dan tidak berguna di dunia.
Tetapi hal itu yang dirasakan oleh orang yang merasa mempunyai keterbatasan. Dan sebaliknya, jika apabila yang merenungi kehidupanya adalah orang yang mampu, baik secara kekayaan, akademis, dan kekuasaan. Yang direnungkan adalah kebanyakan merupakan pikiran yang positif, misalnya; Saya pintar, saya mempunyai kekayaan yang melimpah,saya mempunyai kekuasaan dibidang yang saya pegang.
Semua itu karakteristik manusia di dunia. Tetapi yang menjadi permasalahan disini adalah? Bagaimana manusia bisa memaknai hidupnya yang telah diberikan oleh Tuhan.
Selain itu, manusia tidak bisa maju, jika tidak bisa memaknai hidup. Karena,hanya memikirkan kesuksesan yang telah dicapai atau kelemahan yang dimilikinya.
Jadi, segala sesuatu yang dimiliki oleh kita di dunia ini, Baik keterbatasan maupun kemampuan yang handal atau cukup, jadikanlah semuanya ini menjadi sesuatu untuk melangkah yang lebih maju dan lebih maju lagi. Selain itu, jangan cepat puas dengan apa yang telah kita miliki atau yang telah kita raih. Karena, hal itu dapat menghambat kita untuk lebih maju dan untuk membawa perubahan di dalam hidup.
Mungkin ini yang dapat saya bagikan semoga bermanfaat.

Melangkahlah lebih maju dari pada saat ini!!!!

Sabtu, 25 Agustus 2012

KAPASITAS KREATIF



Peradaban manusia melalui jaman agraris, industri, informasi dan kini jaman kreatif. Kita dituntut menguasai kemampuan unik di setiap jaman agar bisa bersaing.
Apa kemampuan agar kita bisa bersaing di jaman kreatif?

Generasi kakek kita mengidamkan bekerja di sebuah gedung mulai dari pertama kerja hingga pensiun. Generasi ayah kita mengidamkan pekerjaan tetap yang rutin bekerja dari jam 8 hingga jam 17. Tapi generasi saat ini berharap pekerjaan yang fleksibel, tidak monoton dan bisa mengekspresikan potensi diri.

Kita hidup dalam jaman yang terus bergerak dan mengalami perubahan. Jaman kakek kita bukan jaman ayah kita dan bukan jaman kita. Jaman kakek nenek kita hanya negara yang mampu mengglobal dalam bentuk penjajahan (Globalisasi 1.0). Jaman ayah kita hanya perusahaan besar yang mampu mengglobal dalam bentuk ekspansi pasar (Globalisasi 2.0).

Dalam era industri dan informasi, dunia kerja itu rutin, sistematis dan efisien. Kemampuan otak kiri sangat dibutuhkan untuk itu. Pekerjaan mencari siapa yang bisa mengerjakan lebih cepat dan lebih murah. Oleh karena itu, sistem pendidikan dan organisasi kerja kita didesain untuk memenuhi kebutuhan kedua jaman tersebut. Jaman kita? Setiap orang bisa mengglobal berkat internet dan media sosial. Setiap orang bisa berkreasi dan mengekspresikannya secara luas. Inilah jaman kreatif. Inilah Globalisasi 3.0. Setiap jaman tersebut membutuhkan kapasitas yang berbeda untuk sukses.
Tapi di jaman kreatif atau era konseptual, menurut, Daniel H. Pink dalam bukunya A Whole New Mind, dibutuhkan 6 kapasitas baru agar kita bisa bersaing.
Enam kapasitas itu adalah sinergi antara otak kiri dan otak kanan yang melahirkan high concept – high touch. Enam kapasitas yang menuntut kita mengimajinasikan ulang sistem pendidikan, karir dan organisasi kerja kita. Daniel H. Pink, menuliskan buku A Whole New Mind, sebenarnya sebagai sebuah peringatan bagi bangsa Amerika Serikat agar tidak tertinggal oleh bangsa-bangsa Asia. Nah, karena kita bisa baca buku itu, memgapa tidak kita belajar untuk menguasai 6 kapasitas itu sehingga bisa bersaing di jaman kreatif?

Sekarang, apa saja 6 kapasitas kreatif itu?

1. Bukan hanya fungsi tetapi juga DESAIN.
Dalam membuat produk, jasa dan layanan tidak semata berpikir tentang fungsional. Bukan lagi sekedar membuat sebuah alat yang bisa digunakan untuk mendengarkan berita dan musik bernama radio. Tapi lebih dari itu, kita perlu mendesain radio yang indah, unik dan menyentuh emosi, seperti Radio Magno. Kita perlu kapasitas untuk berpikir desain.

2. Bukan hanya argumen tetapi juga CERITA.
Jaman kita telah dibanjiri oleh berbagai informasi dan data. Tidak cukup lagi meyakinkan orang dengan menggunakan argumen. Kesadaran akan diri dan menciptakan cerita jauh lebih efektif dalam menyentuh emosi orang lain.

3. Bukan hanya fokus tetapi juga SIMPONI.
Jaman industri dan informasi menuntut kita untuk fokus dan spesialisasi pada suatu bidang. Fokus tidak cukup lagi, kita dituntut mampu memandang gambaran besar dan mensintesakan berbagai sumber daya yang ada. Tidak cukup ahli di bidang fashion, tapi juga kemampuan mensinergikan dengan potensi lokal untuk menciptakan Jember Fashion Carnival.

4. Bukan hanya logis tetapi juga EMPATI.
Dalam era setiap orang tehubungan dengan orang lain, tidak cukup logika yang melandasi hubungan tersebut. Kita dituntut mengasah empati kita untuk memahami emosi orang lain. Kemampuan untuk mendengarkan, menghargai dan merasakan apa yang dirasakan orang lain.

5. Bukan hanya keseriusan tetapi juga BERMAIN.
Jaman industri dan informasi telah menuntut kita untuk bekerja serius dari pagi sampai malam. Keseriusan melahirkan efisiensi. Tapi jaman kreatif membutuhkan ide segar dari kita yang lahir justru ketika kita dalam keadaan bermain yang santai, relaks, dan penuh humor. Perhatikan saja kantor Google yang justru menyediakan banyak arena bermain.

6. Bukan hanya akumulasi tetapi juga MAKNA.
Jaman industri dan informasi membuat orang berlomba-lomba mengakumulasikan hasil kerja atau kekayaan. Ketika kekayaan didapat, seringkali justru perasaan kosong yang lahir. Pada jaman kreatif, orang-orang akan mengimbangi dengan upaya mengejar hasrat agar lebih berarti seperti gerakan sosial yang lahirkan makna hidup dan gerakan spiritualitas.
Sumber: Profec

Minggu, 12 Agustus 2012

KEKUATAN YANG MEMUSAT

Ketika membaca judul di postingan ini tentunya ada suatu pertanyaan yang muncul, apa yang dimaksud dengan kekuatan yang memusat?
Kekuatan yang memusat disini bukanlah kekuatan yang berupa energi yang nampak di dalam badan kita yang digunakan sehari-hari. Tetapi kekuatan yang berupa semangat atau spirit yang ada di dalam diri kita masing-masing.
Setiap manusia pasti ada kekuatan tersebut yang berupa semangat, namun terkadang hal itu dibiarkan saja dan akhirnya menjadi kekuatan yang tidak memusat.
Dengan permasalahan tersebut, segala hal yang kita lakukan dengan tidak fokus atau tidak menggunakan kekuatan yang memusat, yang dapatkan adalah kegiatan kita akan hancur dan tidak sesuai dengan target.
Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut jika mempunyai suatu kegiatan atau pekerjaan yang direcanakan baik hasil maupun waktunya, yang haru s kita lakukan yaitu berkonsentrasi penuh pada kegiatan tersebut, memberikan jadwal waktu sepenuhnya untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, menghidarkan dari pikiran-pikiran yang negatif yang ada di dalam diri kita.
Mungkin ini yang dapat sya bagikan, semoga bermanfaat, jika ada kurang dan lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Rabu, 13 Juni 2012

The Power of Pretending

Banyak sekali orang yang mengatakan, “Nanti kalau saya sukses, saya akan menyumbang lebih banyak kepada panti asuhan, membantu orang lain, dan berkonsentrasi untuk menyebarkan kebaikan.” Pertanyaannya adalah kapan?
Jika anda menunggu hingga sukses dulu, untuk berbuat baik anda tak akan pernah sukses. Sukses adalah hasil dari segala hal positif yang kita lakukan di masa lalu, dan sebagai hasilnya itulah yang kita dapatkan.
Jika demikian mengapa tak sukses sekarang?
Apa yang ada dalam buku ini adalah melakukan dan mengaplikasikan metode¬metode sukses yang telah diajarkan oleh para tokoh¬tokoh sukses sejak ratusan tahun yang lalu. Sebuah metode sukses terbaik sepanjang masa, dan dilakukan dengan cara baru yang lebih asyik, sederhana, mudah, cepat dan menyenangkan.
Jika ingin membaca buku ini dengan lebih lengkap silahkan download bukunya disini.

Selasa, 08 Mei 2012

semangat menghadapi realitas.

Seorang manusia terkadang belum bisa mengerti keadaan diri sendiri. Karena seorang manusia sulit untuk mengerti keadaan apa yang telah dimiliki.
Ketidak tahuan Manusia tersebut disebabkan karena belum bisa menganali dirinya sendiri.
Oleh karena itu, mari kita belajar bersama untuk menerima keadaan yang telah diberikan oleh Tuhan. Tentunya manusia pasti ada kekurangan didalam hidupnya, tetapi kekurangan yang ada di dalam diri kita ini adalah sesuatu yang tidak membuat hidup ini terbatas. Selain itu, kita harus tetap bersyukur kepada Tuhan, karena apa yang diberikan oleh Tuhan Sesuatu hal yang terbaik untuk kita semua.
Mungkin ini yang dapat saya bagikan, ada kurang dan lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Sabtu, 05 Mei 2012

Sabar dalam menghadapi suatu Masalah

Sabar adalah suatu hal untuk menahan diri dari rasa emosi yang muncul dari dalam diri sendiri.
Oleh karena itu,Kesabaran dan emosi keduanya ini pasti berlawanan. Tetapi kesabaran yang ada di dalam manusia sering kali dikalahkan dengan rasa emosi yang muncul dari dalam diri manusia, yang disebabkan oleh kemarahan.
Kemarahan tersebut biasanya dipicu dari masalah yang muncul dari pihak lain, masalah itu tentunya tidak ada faktor kesengajaan. Tetapi masalah-masalah yang timbul tersebut mungkin disebabkan dari kesalah pahaman antara orang yang satu dengan orang yang lain.
Jadi, jika kita tahu akan terbawa emosi seperti sebelumnya yang pernah dialami, yang pada saat itu tidak dapat dikendalikan, kita harus lebih bisa mengerti keadaan diri sendiri. Selain itu, kita harus sabar dan lebih berpikir panjang untuk menghadapi masalah-masalah terjadi.

Mungkin ini yang dapat saya bagikan, ada dan kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Kamis, 19 April 2012

Kegagalan Awal dari Keberhasilan

Kehidupan yang kita jalani ini sering diberi kesempatan yang kedua jika yang pertama gagal. Tetapi hal tersebut kadang-kadang tidak kita perhatikan.
Ada hal-hal yang membuat kita tidak memperhatikan kesempatan itu, mungkin kita merasa tidak mampu untuk melakukan apa yang kita inginkan yang sudah gagal sebelumnya.
Oleh karena itu, jika kita gagal dan akan diberi kesempatan yang kedua harus manfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya.Dan perlu kita ingat, menerut saya kegagalan itu awal dari keberhasilan.
Mungkin ini yang dapat saya bagikan.

Senin, 02 April 2012

MELUPAKAN MASA LALU YANG BURUK UNTUK MELANGKAH KEDEPAN


Setiap orang di dalam kehidupannya mempunyai kegagalan-kegagalan sendiri. Kegagalan-kegagalan itu tentunya tidak enak jika kita rasakan, tetapi kegagalan itu merupakan sebuah proses untuk mencapai cita-cita atau impian yang kita inginkan di dalam kehidupan.
Impian atau cita-cita adalah sebuah keinginan yang harus dicapai dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, untuk mencapai cita-cita itu kita pasti menemukan yang dinamakan kegagalan, karena kegagalan merupakan sebuah awal dari kesuksesan. Dengan demikian jika kita merasakan atau menemukan kegagalan dalam perjalanan kita untuk mencapai impian itu jangan sampai kita mempunyai perasaan “perjalanan saya untuk mencapai cita-cita berhenti sampai disini, tidak bisa berlanjut hingga selesai”. Jika itu muncul didalam perasaan kita pada saat mengalami kegagalan, akhirnya cita-cita kita benar-benar tidak bisa tercapai.
Oleh karena itu, jika kita mempunyai kegagalan di dalam kehidupan kita jangan sampai putus asa, kita harus bangkit lagi dan semangat terus sampai cita-cita itu tercapai. Selain itu jangan sampai mengingat kegagalan dan kepahitan kita yang sudah berlalu, karena jika itu kita ingat terus berarti kegagalan itu masih ada di dalam kihidupan kita. Hanya saja kegagalan-kegagalan atau kepahitan-kepahitan itu diingat sebagai evaluasi di dalam kihidupan kita saja, dan jangan sampai menyesali terus menerus.
Mungkin ini yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat.
Apabila ada dan kurang lebihnya saya mohon maaf yang besar-besarnya.

Kamis, 29 Maret 2012

BERJUANG DALAM MERAIH MIMPI


Setiap orang pasti mempunyai sesuatu yang diimpikan didalam kehidupannya. Untuk mewujudkan mimpi tersebut tentu pasti ada hal-hal yang harus dilalui supaya mimpi tersebut tercapai di dalam kehidupannya.
Hal-hal tersebut adalah proses yang kita jalani untuk menuju impian itu. Proses itu pasti tidak menyenangkan jika kita rasakan, tetapi itu mau tidak mau kita harus hadapi di dalam mencapai impian kita. Oleh karena itu, kita harus berjuang dengan sungguh-sungguh jika memiliki impian dalam hidup kita. Dan jangan melewatkan kesempatan kita, karena waktu yang terlewatkan tidak akan terulang lagi jika sudah berlalu.
Mungkin ini yang dapat saya bagikan. Jika ada kurang dan lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Sabtu, 24 Maret 2012

TETAP TERSENYUM

Ketika kehidupan memberi seribu alasan untuk menangis. Tunjukkan bahwa kita mempunyai seribu alasan untuk tersenyum.
Indahnya hidup bukan karena apa yang dapat kita diterima didunia ini, tetapi Indahnya hidup adalah adanya pandangan masa depan yang indah. Oleh karena itu, kita jangan memikirkan yang ada didunia saat ini saja.
Mari kita memandang masa depan di hari tua dan menjalani hidup ini dengan penuh semangat, meskipun di dalam perjalanan hidup ini banyak rintangan dan ada kepahitan, kita tetap semangat dan maju terus. .
Mungkin ini yang dapat saya bagikan untuk memberi supot pada diri kita semua.

Jumat, 23 Maret 2012

SEMANGAT DALAM HIDUP

Di dalam kehidupan pasti ada keterbatasan tetapi kita tidak perlu putus asa. Karena kita pasti diberi kelebihan dalam hidup kita.