Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN HARIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN HARIAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juli 2015

ANGAN-ANGAN YANG MENJADI REALITA KEHIDUPAN

Seseorang saat kondisi tertentu terkadang di dalam pikiranya memunculkan suatu angan-angan yang hanya muncul sekilas saja. Hal tersebut tentunya disebabkan oleh keinginan-keinginan yang muncul dalam diri seseorang yang mneganggap bahwa angan-angan yang muncul tersebut merupakan hal yang tidak mungkin diwujudkan bagi diri seseorang tersebut.
Angan-angan yang muncul dalam diri seseorang tersebut dengan bergulirnya waktu akan hilang bahkan lupa dari kehidupan seseorang. Sehingga proses yang di jalani oleh seseorang tentunya berbeda dengan apa yang diinginkan pada saat itu, kkemudian proses tersebut dijalani oleh seseorang tersebut dengan rasa senang hati meskipun awalnya pasti merasa terpaksa untuk melewati proses tersebut karena tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Setelah proses tersebut dijalani sampai selesai atau sudah sesuai dengan target yang telah ditentukan, maka seseorang tersebut akan melanjutkan proses lagi yang masih berkaitan dengan proses sebelumnya. Tetapi yang terjadi adalah bahwa seseorang tersebut berbelok arah atau berbeda dengan proses yang sebelumnya, dari situlah kemudian seseorang tersebut merenungi :"apa yang terjadi dalam hidupku ini". Setelah seseorang tersebut menarik kebelakang proses kehidupanya ternyata yang terjadi adalah angan-angan masa lalu yang diinginkan belum tercapai baru tercapai sekarang.
Oleh karena itu, berdasarkan cerita tersebut, kita sebagai manusia terkadang hanya mengikuti pikiran atau keinginan kita sendiri saja, sehingga yang terjadi bahwa rencana kita belum tentu bisa terealisasi saat itu, tetapi terealisasi kemudian hari atau beberapa tahun kemudian. Dengan demikian, di dalam kehidupan sebaiknya kita bisa memilah keinginan yang muncul dari ppikiran atau hati, karena keinginan yang muncul dari pikiran belum tentu sesuai dengan rencana Tuhan, Tetapi jika kita bisa memahami keinginan muncul dari hati dan mendengar kehendak-Nya itulah yang menjadi kehendak-Nya.
Mungkin itu yang dapat saya bagikan, apabila ada kurang dan lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Kamis, 04 Oktober 2012

BERDISIPLIN DENGAN TUJUAN

Mungkin kita pernah terkagum-kagum dengan pemain musik yang hebat. Saya punya beberapa rekan musisi yang luar biasa sejak muda. Mereka seolah dilahirkan dengan keahlian itu. Namun, semua orang yang pernah mencoba main musik pasti tahu bahwa kepiawaian mereka tidak muncul begitu saja. Ada ribuan jam latihan yang telah mereka lewati dengan penuh kedisiplinan sebelum akhirnya mereka "merdeka” memainkan nada-nada yang indah. Prinsip yang sama juga berlaku dalam pertumbuhan rohani. Elton Trueblood berkata, "Disiplin adalah harga yang harus dibayar untuk mengalami kemerdekaan."

Disiplin berlatih juga menjadi nasihat rasul Paulus kepada Timotius muda. Paulus ingin agar anak rohaninya itu menjadi pelayan yang mumpuni dalam mengajarkan firman Tuhan (ayat 6, 13). Namun, hal itutidak dapat terjadi begitu saja. Timotius harus melatih diri dalam membaca Kitab Suci dan menggunakan karunianya mengajar. Kata "latihlah" dalam bahasa Yunani adalah gumnazo, yang juga merupakan asal kata Inggris gymnasium, tempat para olahragawan berlatih fisik. Tidak ada jalan pintas. Tentu saja, menjadi pelayan yang disiplin bukan tujuan akhir. Latihan rohani hanyalah sarana yang menjadikan Timotius leluasa dipakai Allah membawa keselamatan dan pertumbuhan bagi banyak orang

Apa yang paling Anda rindukan dalam kehidupan kristiani Anda? Jika rencana Allah adalah membuat anak-anak-Nya menjadi serupa denganKristus (1 Yohanes 3:2b), tidakkah hal itu juga seharusnya menjadi kerinduan kita? Disiplin apa saja yang harus kita latihkan untuk mewujudkannya? --ELS

DISIPLIN ROHANI MENOLONG KITA BERTUMBUH SERUPA KRISTUS DENGAN SUKACITA.

Sumber:
Sabda.org

Minggu, 30 September 2012

"MAKIN TUA MAKIN JADI"

Umumnya masa menjadi tua adalah masa yang sangat ditakuti oleh banyak orang. Mengapa? Karena masa itu dilihat sebagai masa di mana kita kehilangan "guna" bagi siapa saja dan untuk siapa saja. Bayangan tentang daya ingat bahkan kekuatan yang hilang, tidak dibutuhkan, diabaikan, kesepian serta banyak hal lainnya, seringkali membuat orang memandang masa tua sebagai "masa suram". Ketika masa itu tiba kita hanya akan menjadi orang yang pasif Akan tetapi, bayangan tersebut sama sekali tidak terbukti pada "pak tua" Barzilai. Memang fungsi-fungsi fisiknya melemah (ayat 35), namun ia justru sangat "aktif dan berguna" di usianya yang ke-80 tahun. Ia memberi teladan kesetiaan dan kemurahan dengan berinisiatif menyediakan kebutuhan raja pilihan Tuhan, beserta segenap rakyat yang mengikutinya dalam pengungsian (lihat 2 Samuel 17:27-29). Tercatat sebagai orang yang sangat kaya, tampaknya Barzilai adalah seorang pekerja yang luar biasa (ayat 32). Sampai-sampai, ketika situasi negeri membaik, raja Daud berniat mengajaknya ikut ke istana (ayat 33). Tawaran bagi seorang terpandang seperti Barzilai tentu bukan tawaran yang sembarangan. Namun, lagi-lagi Barzilai menunjukkan sikap teladan, memberi kesempatan bagi generasi yang lebih muda untuk berkarya di samping raja (ayat 37) Tanggal 1 Oktober ini, seluruh dunia memperingati hari lanjut usia. Jika Tuhan masih menempatkan mereka ada di tengah kita, tidakkah ada yang Dia ingin kita pelajari dari mereka? Jika Anda adalah pembaca yang sudah berumur lanjut, kiranya Tuhan memampukan Anda seperti Barzilai, memakai kekayaan usianya untuk memberi kontribusi yang berarti bagi zaman ini. –WIN MAKIN TUA MAKIN JADI,MAKIN PANJANG USIA MAKIN BESAR KESEMPATAN HIDUP BERARTI. Tuhan memberkati. Sumber: Sabda.org

Jumat, 28 September 2012

MEWUJUDKAN VISI

Ada ungkapan, "Orang yang malang bukanlah orang yang tidak dapat melihat, melainkan orang yang dapat melihat, tetapi tidak mempunyai visi." Ungkapan ini menggambarkan pentingnya visi. Namun, mewujudkannya tak selalu mudah. Nehemia mendapat visi dari Allah untuk membangun tembok Yerusalem saat berada di pembuangan sebagai juru minum raja. Setelah menangkap visi dari Tuhan, ia berdoa dan berpuasa, kemudian ia minta izin kepada raja untuk pulang ke kota asalnya (pasal 1-2:10). Menarik bahwa selama tiga hari di sana Nehemia belum berdialog dengan siapa pun (ayat 11). Ia bahkan menyelidiki pada malam hari agar tidak dilihat orang (ayat 12-16). Membangun tembok Yerusalem bukan pekerjaan mudah. Jika mudah, tentu sudah lama orang melakukannya. Bagaimana Nehemia yang baru datang bisa menyakinkan penduduk setempat untuk menggarap pekerjaan yang begitu besar? Bukan kehebatan diri yang dibagikan Nehemia, tetapi kemurahan Allah yang telah memeliharanya (ayat 18). Seorang buangan bisa dipercaya raja dan dibekali segala perlengkapan untuk membangun tembok Yerusalem. Betapa kesaksian itu menunjukkan perkenan Allah! Segenap orang pun berespons dengan semangat! Mungkin Anda pun tengah bergumul dengan visi yang Tuhan letakkan di hati Anda. Banyak tantangan yang membuat visi terasa seperti mimpi yang tak mungkin diraih. Akankah orang-orang mendukungnya? Mintalah hikmat Tuhan untuk mengerti langkah yang perlu ditempuh. Bawalah orang melihat visi yang dari Tuhan dan berespons kepada Dia, dan nantikanlah Tuhan menempatkan orang-orang sevisi untuk melayani bersama Anda. --YBP VISI PELAYANAN DIWUJUDKAN DENGAN PEMAHAMAN YANG TEPAT AKAN RENCANA TUHAN, DIRI SENDIRI DAN ORANG-ORANG, DAN SITUASI. Sumber Klik Disini

Jumat, 17 Agustus 2012

SUATU HAL YANG BERHARGA

Manusia terkadang hanya melihat dari sebelah mata, Akhirnya menganggap suatu hal itu tidak berguna. sehingga yang tumbuh di dalam pandangan kita adalah pandangan yang sempit.
Misalnya; kita memandang seekor burung Gagak, burung Gagak tersebut menurut pandangan orang Jawa atau presepsi orang Jawa, burung Gagak tersebut jika mendatangi suatu rumah akan membawa kematian atau sial. Padahal burung Gagak tersebut jika dipandang secara luas, berguna sangat besar misalnya, ketika air Bah tersebut datang dan Nuh ingin mengetahui Air bah tersebut sudah turun apa belum akhirnya Nuh melepaskan burung Gagak tersebut. Seperti yang ada di dalam Kejadian 8 ayat 7: Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.
Selain itu, betapa besar berharganya burung di mata Tuhan, seperti burung-burung yang ada di langit yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, tetapi tetap dapat diberi makan oleh Tuhan kita. Itulah burung-burung yang terkadang dianggap oleh manusia kurang berharga bahkan tidak berharga,.
Oleh karena itu, kita jangan sampai menganggap suatu hal tertentu tidak berharga, karena yang kita pandang hanya sebelah mata saja, ternyata lebih berharga bagi Tuhan. Dengan demikian, yang perlu kita perhatikan adalah kita jangan sampai putus asa, karena merasa kita bagian yang terkecil, tidak berharga, merasa tidak mampu melakukan apapun.
Mari kita lihat burung-burung yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, itu saja diberi makan oleh Tuhan, terlebihnya kita bisa melebihi burung-burung tersebut.
Ini yang dapat saya bagikan, semoga apa renungan yang kita baca ini dapat menjadi bekal di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Rabu, 15 Agustus 2012

MERDEKA di dalam kehidupan sehari-hari

Seseorang di dalam kehidupannya terkedang belum bisa merasa merdeka. Mengapa belum merasa merdeka? karena di dalam kehidupannya setiap orang tidak dapat menerima semua apa yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita. Akhirnya hal itu sulit dirasakan oleh semua orang.
Permasalahan yang ada di dalam kehidupan tersebut tentunya diperlukan beberapa hal yang harus dilakukan supaya setiap orang dapat merasakan hal kemerdekaan itu di dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut sebenarnya setiap orang dapat melakukan dengan baik, tetapi terkadang sifat orang itu yang tidak dapat menerima keadaan yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita.
Oleh karena itu, untuk mempertahankan dan untuk merasakan kemerdekaan itu di dalam kehidupan kita sehari-hari mari kita tumbuhkan rasa syukur kita kepada Tuhan dan selain itu kita harus tetap semangat untuk menghadapi realitas yang ada di dalam kehidupan kita sehari-hari.
Jika hal itu dapat tercapai semoga kemerdekaan ada di dalam kehidupan kita.
Semoga renungan ini bermanfaat, hanya ini yang dapat saya bagikan. Ada kurang dan lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Minggu, 22 Juli 2012

CERITA DI DALAM PERAHU

Ada daerah yang terdapat sebuah benua, benua tersebut yang airnya sangat tenang dan tepat untuk tempat periwisata.
Dikemudian hari pengunjung benua tersebut bertambah banyak, karena di benua tersebut terdapat pemandangan yang sangat indah dan ada penyewaan perahu yang dapat digunakan untuk berputar-putar mengililingi benua tersebut.
Disuatu ketika ada sekolompok pemuda yang mengunjungi benua tersebut akan mengadakan diskusi bersama-sama di tempat tersebut. Akhirnya sekolompok tersebut sepakat akan menyewa perahu untuk mengadakan diskusi di tengah-tengah benua itu.
Diskusi tersebut berjudul: Memaknai arti kasih
Diskusi tersebut dimulai dipimpin oleh mederator, kemudian moderator tersebut memulai dengan mengajukan pertanyaan kepada anggota diskusi tersebut, pertanyaan adalah apa makna kasih? semua diminta untuk mengeluarkan pendapat. Akhirnya satu persatu mengeluarkan pendapat, pendapat tersebut bermacam-macam, setiap anggota mempunyai landasan sendiri-sendiri. Tetapi ada satu orang yang belum berpendapat, masih dilanjutkan berdiskusi dengan asyik silang pendapat terus menerus.
Tiba-tiba dengan asyiknya persilangan pendapat ada salah satu anggota yang terprosot masuk ke dalam benua tersebut.
Anggota yang lain dengan adanya salah satu anggota yang terprosot hanya diam saja tidak segera ada yang menolong, kebetulan orang tersebut tidak bisa berenang, orang yang ada di dalam perahu tersebut hanya menonton saja. Tiba-tiba ada salah satu orang anggota yang menolong temannya yang terprosot tersebut, yang menolong adalah seorang anggota yang belum berpendapat di dalam diskusi. Akhirnya ditolonglah orang tersebut, setelah menolong temannya yang terprosot, dia berpendapat: teman-teman inilah makna kasih. Jika kita tahu apa arti kasih dan makna kasih kalau tidak nampak di dalam kehidupan sehari-hari.
Itulah sedikit cerita dari saya, semoga kita dapat merenungkan makna tentang kasih dari cerita tersebut. ada kurang dan lebihnya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Selasa, 29 Mei 2012

MEMAKNAI HIDUP

Manusia di dalam kehidupanya terkadang mempunyai rasa mengeluh dan tidak dapat menerima keadaan yang telah dihadapi di dalam kehidupanya.
Sifat manusia jika kita lihat terkadang serba tidak terima terhadap apa yang sedang dialaminya. Oleh karena itu, manusia didalam kehidupanya biasanya didominasi oleh kehidupan yang kurang bersyukur.
Dengan demikian jika kita tidak dapat bersyukur terhadap apa yang telah diberikan Tuhan kepada kita berarti tidak bisa mengerti kasih Tuhan kepada kita yang telah diberikan, selain itu berarti kita tidak dapat memaknai hidup. Oleh karena itu, mari kita tetap bersyukur terus di dalam kehidupan kita, meskipun kita keadaan susah maupun senang kita tetap bersyukur, karena semua itu merupakan pemberian Tuhan yang tak ada habisnya.
Mungkin itu yang dapat saya bagikan, ada kurang dan lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Kamis, 26 April 2012

Apakah Kita Mau Dihakimi?

Ketika kita berpikir negative kepada orang lain, sebenarnya kita juga sadar itu telah menghakimi orang itu, Karena lebih mudah menghilangkan rintangan yang ada dihadapan kita daripada melindungi orang lain.
Biasanya kita pasti menghindari hal yang akan membuat sakit kepada kita, tetapi hal itu jarang kita lakukan kepada orang lain. Oleh karena itu, mari kita belajar memberlakukan orang lain seperti apa yang kita rasakan.
Jika kita tidak mau merasakan hal yang tidak menyenangkan atau hal yang menyakitkan, seharusnya itu jangan sampai dirasakan orang lain.
Seperti yang tertulis di Injil matius pasal 22 ayat 39 hukum yang kedua, (Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri).

Mungkin ini yang saya dapat bagikan, ada dan kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Jumat, 06 April 2012

SIAPA YANG HARUS DI ANDALKAN?

Jangan hanya mengandalkan pandangan mata saja, tetapi mata batin dan mata Rohani juga kita gunakan di dalam kehidupan kita sehari-hari.
Oleh karena itu, Setiap kita untuk menentukan pilihan harus bisa menggunakan itu semua, terlebih-lebihnya kita melibatkan Tuhan di dalam menentukan pilihan. Agar kita tidak jatuh kedalam yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan karena kecerobohan kita sendiri.

Kamis, 05 April 2012

KEBENARAN YANG ADA DALAM KEHIDUPAN

Dimana ada kebenaran disitu akan tumbuh damai sejahtera dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya. (Yesaya 32:17)
Oleh karena itu mari kita membawa kebenaran di dalam kehidupan sehari-hari kita berada. Dan kebenaaran itu dapat membawa damai sejahtera.

Sabtu, 24 Maret 2012

RENUNGAN HARI INI 25/03/2012


Renungan hari ini terambil dari I Samuel 12:24
 Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu.
Oleh karena itu, kita tidak boleh melanggar perintah Tuhan dan takut kepada–Nya dan  beribadahlah dengan setia dan segenap hati.

RENUNGAN HARI INI

Nikmati perhatian Tuhan pada orang-orang percaya (Yoel 2:19)
Tuhan menjawab; kata-Nya kepada umat-Nya: "Sesungguhnya Aku akan mingirim kepada gandum, anggur, minyak, dan kamu akan kenyang memakannya; Aku tidak akan menyerahkan kamu lagi menjadi cela di antara Bangsa-bangsa.
Bagaimana caranya untuk mendapatkan apa yang akan diberikan oleh Tuhan itu? tentunya tidak mudah untuk mendapatkannya, pasti ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan  hal itu, tidak sakadar kita menerima dengan cuma-cuma.
Oleh karena itu, mari  kita melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan, dan hindarilah dari hal yang tidak berkenan di hati Tuhan
Semoga renungan ini menjadi berkat untuk kita semua di dalam kehidupan kita sehari-hari.