Kamis, 09 Juli 2015

ANGAN-ANGAN YANG MENJADI REALITA KEHIDUPAN

Seseorang saat kondisi tertentu terkadang di dalam pikiranya memunculkan suatu angan-angan yang hanya muncul sekilas saja. Hal tersebut tentunya disebabkan oleh keinginan-keinginan yang muncul dalam diri seseorang yang mneganggap bahwa angan-angan yang muncul tersebut merupakan hal yang tidak mungkin diwujudkan bagi diri seseorang tersebut.
Angan-angan yang muncul dalam diri seseorang tersebut dengan bergulirnya waktu akan hilang bahkan lupa dari kehidupan seseorang. Sehingga proses yang di jalani oleh seseorang tentunya berbeda dengan apa yang diinginkan pada saat itu, kkemudian proses tersebut dijalani oleh seseorang tersebut dengan rasa senang hati meskipun awalnya pasti merasa terpaksa untuk melewati proses tersebut karena tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Setelah proses tersebut dijalani sampai selesai atau sudah sesuai dengan target yang telah ditentukan, maka seseorang tersebut akan melanjutkan proses lagi yang masih berkaitan dengan proses sebelumnya. Tetapi yang terjadi adalah bahwa seseorang tersebut berbelok arah atau berbeda dengan proses yang sebelumnya, dari situlah kemudian seseorang tersebut merenungi :"apa yang terjadi dalam hidupku ini". Setelah seseorang tersebut menarik kebelakang proses kehidupanya ternyata yang terjadi adalah angan-angan masa lalu yang diinginkan belum tercapai baru tercapai sekarang.
Oleh karena itu, berdasarkan cerita tersebut, kita sebagai manusia terkadang hanya mengikuti pikiran atau keinginan kita sendiri saja, sehingga yang terjadi bahwa rencana kita belum tentu bisa terealisasi saat itu, tetapi terealisasi kemudian hari atau beberapa tahun kemudian. Dengan demikian, di dalam kehidupan sebaiknya kita bisa memilah keinginan yang muncul dari ppikiran atau hati, karena keinginan yang muncul dari pikiran belum tentu sesuai dengan rencana Tuhan, Tetapi jika kita bisa memahami keinginan muncul dari hati dan mendengar kehendak-Nya itulah yang menjadi kehendak-Nya.
Mungkin itu yang dapat saya bagikan, apabila ada kurang dan lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Senin, 08 Juni 2015

MERASA TERTINDAS dalam DIRI KITA

Selamat pagi semuanya, bagaimana kabarnya? pada pagi hari ini saya harap kabarnya sehat selalu.
Pada kesempatan ini saya akan sedikit berbagi mengenai hal perasaan yang sering muncul di dalam diri kita. Kita terkadang di dalam kehidupan sehari-hari sering merasa direndahkan, tidak diakui keberadaanya, kurang dihargai, dianggap tidak mamu dan lain-lain.
Perasaan-perasan tersebut yang muncul di dalam diri kita tentunya membuat hidup diri kita merasa tidak ada gunanya lagi di dunia ini. Tetapi di sisi lain kita kurang menyadari bahwa diri kita merupakan cipptaan Tuhan, sehingga dengan demikian, bahwa setiap menusia mempunyai suatu hal yang berharga yaitu bahwa diri kita merupakan ciptaan tuhan yang multi talenta. Oleh karena itu, mari kita hilangkan perasaan-perasaan kita yang seiring muncul di dalam kehidupan kita yang dapat menyebabkan kita lemah dan tidak dapat bangkit lagi, tetapi mari kita sadari bahwa diri kita mampu dan bisa untuk melakukan sesuatu yang dianggap oleh orang lain bahwa diri kita tidak bisa dan tidak mampu. Karena kita mempunyai talenta yang berbeda-beda dalam hidup kita ini.
Kiranya dengan
artikel ini kita yang merasa dianggap tidak mampu dan dianggap tidak bisa melakukan apa-apa, mari kita hilangkan perasaan-perasaan dan pandangan atau pemikiran tersebut dengan menunjukkan bahwa kita mempunyai talenta yang sangat lluar biasa dari Tuhan.

Salam Keterbatasan Tidak Membuat Hidup ini terbatas.

Kamis, 28 November 2013

Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang mengutamakan kerjasama antar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran ini mengubah peran guru yang awalnya hanya berpusat pada guru sebagai sumber pengetahuan atau sumber belajar, selanjutnya dengan model pembelajaran kooperatif ini peran guru berubah yaitu dengan model pembelajaran kooperatif yang mengarah ke pengelolaan siswa dalam kelompok-kelompok kecil.
Pembelajaran kooperatif ini didasarkan pada gagasan atau pemikiran bahwa siswa bekerja bersama-sama dalam belajar, dan bertanggung jawab terhadap aktivitas belajar kelompok mereka seperti terhadap diri mereka sendiri.
Langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif yitu:
1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.
Hal ini Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa untuk belajar.
2. Menyampaikan informasi.
Guru menyampaikan informasi kepada siswa dengan jalan mendemonstrasikan atau lewat bahan bacaan.
3. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
4. Membimbing kelompok bekerja dan belajar.
Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas.
5. Evaluasi.
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
6. Memberikan penghargaan.
Guru mencari cara-cara untuk menghargai upaya atau hasil belajar individu maupun kelompok.
Demikian sedikit uraian mengenai model pembelajaran kooperatif yang dapat saya bagikan.

Selasa, 26 November 2013

multiple intelegensi

Setiap orang pada dasarnya mempunyai multiple intelegensi yang dibawa sejak lahir, namun hal tersebut biasanya tidak nampak di dalam kehidupan seseorang tersebut. Padahal jika multiple intelegensi tersebut digali dengan baik maka akan berkembang dan kelihatan di dalam seseorang tersebut.
Para ahli menemukan 150 jenis kecerdasan manusia. Cukup lama orang beranggapan bahwa IQ ( intelligence quotient ) merupakan penentu kesuksesan belajar dan hidup seseorang. Seperti anggapan bahwa IQ-nya tinggi maka ia akan sukses dalam kehidupan nyata. Namun pernyataan itu tidak selalu benar. Banyak orang IQ – nya tinggi tetapi gagal dalam hidup. Maka disadari bahwa IQ meskipun tinggi namun bukan segala–galanya.
Perlu disadari pula dengan penemuan SQ ( spiritual quotient) dan EQ ( emotional quotient ) maka IQ, EQ, dan SQ perlu dikembangkan secara bersamaan, agar seseorang berhasil. Prof. Dr.Howard Gardner seorang quotient) dan EQ ( emotional quotient ) maka IQ, EQ, dan SQ perlu dikembangkan secara bersamaan, agar seseorang berhasil.
Prof. Dr.Howard Gardner seorang psikolog dan ahli pendidikan dari Universitas Harvard AS merumuskan teorinya Multiple Intelligences ( kecerdasan ganda / majemuk ).
Dengan demikian, Prof. Dr.Howard Gardner mengemukakan 9 kecerdasan yaitu:
1. Inteligensi linguistik ( Linguistic intelligence). Kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata – kata secara efektif baik secara oral/lisan maupun secara tertulis.
Kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa secaa umum. Orang yang memiliki intelegensi linguistik tinggi akan berbahasa dengan lancar, baik, dan lengkap.
2. Inteligensi matematis-logis ( Logical – mthematical intelligence ).
Kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan bilangan dan logika secara efektif. Orang yang memiliki intelegensi matematis-logis sangat mudah membuat klasifikasi dan kategorisasi dalam pemikiran serta cara mereka bekerja. Dalam menghadapi banyak persoalan, dia akan mencoba mengelopokkannya sehingga mudah dilihat mana yang pokok dan yang tidak, mana yang berkaitan antara satu dan lainnya, serta mana yang merupakan persoalan lepas. Maka dia tidak mudah bingung. Pemikiran orang dengan intelegensi matematis-logis adalah induktifdan dedukti, jalan pikiran bernalar dengan mudah mengembangkan pola sebab akibat.
3. Inteligensi ruang-visual (Spatial intelligence ).
Kemampuan untuk menangkap dunia ruang visual secara tepat dan kemampuan untuk mengenal bentuk dan benda secara tepat serta mempunyai daya imaginasi secara tepat. Meski melihat dari jauh, ia dapat memperkirakan letak benda itu. Orang yang memiliki intelegensi ruang-visual tinggi punya persepsi yang tepat tentang suatu benda dengan ruang disekitarnya, ia dapat memandang dari berbagai sudut. Maka, ia dapat menggambarkan kedudukan ruang dengan baik.
4. Inteligensi kinestetic-badani (bodily- kinesthetic intelligence ).
Kemampuan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Orang yang memiliki intelegensi kinestik-badani dengan mudah dapat mengungkapkan diri dengan gerak tubuh mereka. Apa yang mereka pikirkan dan rasakan dengan mudah diekspresikan dengan gerak tubuh, dengan tarian dan ekspresi tubuh. Mereka juga dengan mudah dapat memainkan mimik, drama, dan peran. Mereka dengan mudah dan cepat melakukan gerak tubuh dalam olahraga dengan segala macam variasinya. Yang sangat menonjol dalam diri mereka adalah koordinasi dan fleksibilitas tubuh yang begitu besar.
5. Inteligensi musikal ( Musical intelligence ).
Kemampuan untuk mengembangkan , mengekspresikan dan menikmati bentuk – bentuk musik dan suara, peka terhadap ritme, melodi, dan intonasi serta kemampuan memainkan alat musik, kemampuan menyanyi, kemampuan menciptakan lagu, kemampuan untuk menikmati lagu, musik dan nyanyian.
6. Inteligensi interpersonal ( Interpersonal intelligence ).
Kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan , intensi, motivasi, watak, temperamen orang lain. Kepekaan akan ekspresi wajah, suara, isyarat dari orang lain juga termasuk dalam intelegensi inti. Secara umum intelegensi interpersonal berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menjalin relasi dan komunikasi dengan berbagai orang. Orang yang kuat dalam intelegensi interpersonalnya biasanya sangat mudah bekerja sama dengan orang lain, dan mudah berkomunikasi dengan orang lain. Hubungan dengan orang lain bagi mereka menyenangkan dan sepertinya keluar begitu saja secara otomatis.1. 7. Inteligensi intrapersonal ( Intrapersonal intelligence )
8. Inteligensi lingkungan / naturalis ( Naturalist intlligence )
Kemampuan untuk mengerti flora dan fauna dengan baik, menikmati alam, mengenal tanaman dan binatang dengan baik. Orang yang punya intelegensi lingkungan tinggi biasanya mampu hidup diluar rumah, dapat berkawan dan berhubungan baik dengan alam, mudah membuat identifikasi dan klasifikasi tanaman dan binatang. Orang ini mempunyai kemampuan mengenal sifat dan tingkah laku binatang, biasanya mencintai lingkungan, dan tidak suka merusak lingkungan.
9. Inteligensi eksistensial ( Exixtential intlligence )
Kemampuan menyangkut kepekaan dan kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan – persoalan terdalam keberadaan atau eksistensi manusia. Orang tidak puas hanya menerima keberadaannya secara otomatis, tetapi mencoba menyadarinya dan mencari jawaban yang terdalam. Inte;egensi ini tampaknya sangat berkembang pada banyak filsuf, terlebih filsuf eksistensialis yang selalu mempertanyakan dan mencoba menjawab persoalan eksistensi hidup manusia.

Sabtu, 23 November 2013

Inovasi Pendidikan

1. Inovasi
Secara etimologi inovasi berasal dari Kata Latin innovation yang berarti pembaharuan atau perubahan. Kata kerjanya innovo yang artinya memperbaharui dan mengubah inovasi ialah suatu perubahan yang baru menuju kearah perbaikan, yang lain atau berbeda dari yang ada sebelumnya, yang dilakukan dengan sengaja dan berencana (tidak secara kebetulan).

Istilah perubahan dan pembaharuan ada pebedaan dan persamaanya. Perbedaannya , kalau pada pembaharuan ada unsur kesengajaan. Persamaannya. Yakni sama sama memilki unsur yang baru atau lain dari yang sebelumnya. Kata “Baru” dapat juga diartikan apa saja yang baru dipahami, diterima, atau dilaksanakan oleh si penerima inovasi, meskipun bukan baru lagi bagi orang lain. Nemun, setiap yang baru itu belum tentu baik setiap situasi, kondisidantempat.

2. Inovasi Pendidikan

Ibrahim (1988) mengemukakan bahwa inovasi pendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Jadi, inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau kelompok orang (masyarakat), baik berupa hasil intervensi (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau memecahkan masalah pendidikan nasional.

Inovasi (pembaharuan) terkait dengan invention dan discovery. Invention adalah suatu penemuan sesuatu yang benar benar baru, artinya hasil kreasi manusia. Penemuan sesuatu (benda) itu sebelumnya belum pernah ada, kemudian diadakan dengan bentuk kreasi baru. Discovery adalah suatu penemuan (benda), yang benda itu sebenarnya telah ada sebelumnya, tetapi semua belum diketahui orang. Jadi, inovasi adalah usaha menemukan benda yang baru dengan jalan melakukan kegiatan (usaha) baik invention dan discovery.
3. Tujuan Inovasi Pendidikan

Menurut santoso (1974), tujuan utama inovasi, yakni meningkatkan sumber sumber tenaga, uang dan sarana, termasuk struktur dan prosedur organisasi.
Tujuan inovasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi,relevansi, kualitas, dan efektivitas. Sarana serta jumlah peserta didik sebanyak banyaknya, dengan hasil pendidikan sebesar besarnya (menurut kriteria kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan pembangunan), dengan jumlah yang sekecil kecilnya.

Tujuan inovasi pendidikan Indonesia tahap demi tahap, yaitu :
1. Mengejar ketinggalan ketinggalan yang dihasilkan oleh kemajuan kemajuan ilmu dan teknologi sehingga makin lama pendidikan di Indonesia makin berjalan sejajar dengan kemajuan kemajuan tersebut.
2. Mengembangkan terselenggaranya pendidikan sekolah maupun luar sekolahbagi setiap warga negara. Misalnya meningkatkan daya tampung usia sekolah SD, SLTP, SLTA, dan perguruan tinggi. Di samping itu, akan di usahakan peningkatan mutu yang dirasakan semakin menurun dewasa ini. Dengan sistem penyampaian sistem yang baru, dihaarpkan peserta didik menjadi manusia yang aktif, kreatif, dan terampil memecahkan masalahnya sendiri.

3. Masalah Masalah yang Menuntut Diadakan Inovasi Pendidikan di Indonesia yaitu:
1. Perkembangan ilmu pengetahuan menghasilkan kemajuan teknologi yang mempengaruhi kehidupan sosial, ekonomi, politik, pendidikan, dan kebudayaan bangsaIndonesia.
2. Laju eksplosi penduduk yang cukup pesat, yang menyebabkan daya tampung, ruang, dan fasilitas pendidikan yang sangat tidak seimbang.
3. Melonjaknya aspirasi masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, sedangkan dipihak lain kesempatan sangat terbatas.
4. Mutu pendidikan yang dirasakan makin menurun, yang belum mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
5. Belum berkembangnya alat organisasi yang efektif, serta belum tumbuhnya suasana yang subur dalam masyarakat untuk mengadakan perubahan perubahan yang dituntut oleh keadaan sekarang dan yang akan datang.
6. Kurang ada relevansi antara program pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun.
7. Keterbatasan dana.
Sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini, telah banyak diperkenalkan inovasi inovasi pendidikan dan atau kurikulum yang diadopsi dari luar negeri maupun hasi pemikiran para ilmuan Indonesia sendiri. Semua inovasi tersebut diharapkan dapat memcahkan permasalahan pendidikan yang sedang dialami di Indonesia.

4. Berbagai upaya inovasi pendidikan
a. Inovasi Kurikulum
Menurut Fuad Ihsan (2005:194) menjelasakan
1. Proyek perintis sekolah pembangunan.(1974)
PPSP adalah salah satu proyek dalam rangka program pendidikan yang ditugaskan untuk mengembangkan satu sistem pendidikan dasar dan menengah.
2. Kurikulum 1975
Kurikulum ini menekankan pada efesiensi dan efentifitas pengunaan dan, daya dan waktu yang tersedia. Proyek Pamong, Pamong singkatan dari pendidikan anak oleh masyarakat, orang tua, dan guru. SMP terbuka (1984), Universitas Terbuka
3. Kurikulum 1984
Proses belajar dan mengajar adalah pendekatan keterampilan proses yang diujudkan dalam bentuk belajar siswa aktif (CBSA)
4. Kurikulum 1994
Perbedaan kurikulum 1994 dengan sebelumnya pada pelaksanaan pendidikan dasar 9 tahun, memerlakukan muatan local, penyempurnaan 3 kemampuan dasar menulis, membeca, dan menghitung
5. Kurikulum 2006 KTSP

Semangat dalam Keterbatasan

SEMANGAT DALAM KETERBATASAN
Oleh Ardiansyah

Kata Pengantar
Segala puji bagi Allah SWT yang telah mencurahkan rahmatnya sehingga aku dapat berbagi kisah dengan pembaca melalui tulisan ini. Ini adalah murni kisah yang benar-benar terjadi dan kualami. Meski sebagian besar peristiwa sudah tampak kabur dari ingatanku, namun sedikit banyak telah dapat kugali kembali hingga akhirnya dapat menjadi sebuah tulisan yang tak seberapa ini. Kali ini aku hanya akan sedikit berbagi sepenggal kisah perjalanan hidupku yang penuh dengan suka dan duka sebagai seorang tunanetra. Terlalu panjang sebenarnya untuk dikisahkan, dan jujur saja, mungkin kurang begitu menarik untuk dibagikan. Namun tak mengapalah, meski singkat dan kurang menarik, dengan penuh kerendahan hati kucoba tuliskan kisah ini semoga dapat memberi manfaat bagi pembaca.
Yogyakarta Minggu 28 Juli 2013

Namaku Ardiansyah. Dan aku adalah seorang penyandang tunanetra. Statusku saat ini adalah sebagai seorang mahasiswa disebuah universitas negri di Yogyakarta. Mungkin pembaca bertanya-tanya dalam hati, “bagaimana seorang tunanetra dapat menjadi mahasiswa”. Inilah yang akan aku kisahkan, perjuangan hidupku sebagai seorang tunanetra yang selalu diremehkan, dihina, dipandang sebelah mata oleh teman-teman semasa kecil, kini telah dapat meraih sebagian cita-citanya untuk terus bersekolah dan belajar hingga perguruan tinggi sekarang ini. Namun sepenggal kisah ini belum apa-apa, karena masih akan terus berlanjut hingga nanti entah kapan, mungkin hingga akhir hayatku. Sebab masih banyak impian, harapan dan cita-cita yang ingin aku wujudkan dalam hidupku. Baiklah para pembaca yang budiman, inilah sepenggal kisahku.
Aku dilahirkan dalam sebuah keluarga yang sangat sederhana. Pekerjaan ayahku hanyalah sebagai sopir bus, sedangkan ibuku hanyalah sebagai ibu rumahtangga biasa. Aku terlahir normal yaitu belum menyandang tunanetra. Ayah dan ibu sangat bangga pada waktu itu dengan kelahiranku, seorang anak laki-laki yang diharapkan kelak dapat menjadi kebanggaan keluarga. Aku sedikit ingat ketika ibu menimangku entah kapan itu, yang jelas aku belum tunanetra, bahwa aku harus jadi anak pinter, sukses, dan dapat menjadi kebanggaan keluarga. Dan aku ingat pula ketika ayahku suatu saat pernah berujar kepada ibuku, bahwa meski hidup kami pas-pasan, namun beliau akan berusaha menyekolahkanku dengan segala daya dan upaya agar kelak dapat menjadi orang yang berhasil. Hal ini wajar, kerena aku adalah anak pertama dalam keluarga kami. Namun apa hendak dikata, siapalah yang dapat menolak takdir Allah. Siapalah yang dapat mennentang kehendak-Nya, jika Allah telah berkehendak maka pasti segala daya dan upaya siapapun selain karena kehendak_Nya tidak akan berarti apapun. Kala itu usiaku telah menginjak enam tahun. Dan diusia itulah Allah mulai mengujiku dengan ujian yang sangat berat, yaitu dengan diambilnya dua hal yang sangat kucintai, bahkan sangat dicintai oleh siapapun di dunia ini. Bahkan siapapun tidak akan rela untuk menukarnya dengan apapun demi dua benda ini, yaitu mata. Meskipun ujian Allah itu bermula saat aku masih kecil, namun tak pernah sedikitpun lekang dari ingatanku.
Kala itu kakak sepupuku adalah teman bermain semasa kecilku. Dia lebih tua dua tahun dariku. Maka sudah pasti dialah yang selalu mengawasiku dan membimbingku saat kami bermain. Dia adalah anak pamanku yang merupakan kakak dari ibuku. Setiap hari kita memang selalu bermain bersama karena memang pada waktu itu kita tinggal serumah. Keluargaku dan keluarga pamanku memang masih tinggal serumah yaitu di rumah nenekku. Sebab waktu itu memang ayahku belum mempunyai rumah sendiri. Saat itu aku meminta pada kakakku untuk mengajariku naik sepeda. Karena kami belum mempunyai sepeda sendiri, setiap berlatih kami selalu menggunakan sepeda kawan kakakku yang sudah rusak. Pengayuhnya sudah hilang, serta stangnya sudah sedikit bengkok. Bahkan standartny pun sudah tidak ada. Di suatu pagi, seperti biasa aku dengan kakak sepupuku berencana akan berlatih sepeda. Dan tak lama kemudian kakakku pun pergi ke rumah temannya untuk meminjam sepeda. Karena lama menunggu, aku pun lupa dengan rencanaku semula untuk belajar naik sepeda dengan kakakku. Akhirnya pun aku mulai bermain sendiri. Namanya anak kecil, aku gemar sekali bermain sambil berloncat-loncat, berlari-lari bahkan panjat memanjat. Ketika itu, ketika aku sedang berlari, dan tidak memperhatikan arah lariku, tanpa sengaja kakiku terantuk sesuatu dan akupun jatuh tertelungkup dan “Cles!” Sebatang besi tajam menghujam mata kananku. Ternyata, ketika aku sedang asik bermain tadi, kakakku telah menaruh sepeda dengan posisi rebah, karena memang sepeda tersebut sudah tidak ada standartnya. Ternyata sebatang besi tajam tersebut adalah merupakan besi yang mencuat ditempat dimana seharusnya pengayuh sepeda berada. Akupun menjerit! Meraung! Menangis sejadi-jadinya dan akhirnya tak sadarkan diri. Orang serumah gempar karena pristiwa itu, dan ibuku pun mengangis dan meraung-raung dan akhirnya juga jatuh tak sadarkan diri. Dan akupun segera dilarikan kerumasakit untuk menjalani oprasi. Sejak hari itu aku telah memulai kehidupanku sebagai seorang tunanetra. Pada mulanya mata kiriku masih normal, namun karena takdir Allah entah kenapa lambat laun bahkan tanpa kusadari Allah pun mengambil pula mata kiriku. Aku tak tau apa sebabnya, kenapa setelah mata kananku buta, pada akhirnya juga menjalar kemata kiriku. Inilah yang dinamakan takdir.
Kini hari demi hari pun harus kulalui, menjalani hidup sebagai seorang tunanetra. Meski usiaku masih kecil waktu itu, namun aku mulai dapat merasakan betapa sulitnya menjalani hidup sebagai seorang tunanetra. Dulu yang semula aku dapat bermain bersama teman-temanku, lambat laun pun kini satu demi satu teman-temanku mulai menjauhiku dan jarang lagi yang mau bermain denganku. Hal ini karena aku sudah tidak dapat bermain sebagaimana dulu lagi saat aku masih melihat. Seperti bermain kartu, bermain lompat tali, bermain petak umpet dan lain sebagainya. Yang ada kini hanyalah ledekan-ledekan dari teman-temanku. Betapa sedih hatiku setiap teman-teman meledekku sebagai bocah buta. Waktu itu setiap teman-teman meledekku, aku hanya bisa menangis dan mengadu pada ibu. Saat itu ibu hanya berkata “biarkan saja nak... Kamu lebih baik darinya....” dengan penuh perasaan. Setiap teman-temanku meledekku dan aku menangis, selalu saja kata itu yang diucapkan ibuku. Dahulu aku belum dapat merasakan makna dari perkataan ibuku tersebut, namun sekarang setelah dewasa aku mulai dapat mencerna bahwa ucapan ibuku itu merupakan ungkapan tulus seorang ibu tentang keadaan anaknya yang kurang beruntung sebagaimana anak umumnya. Bukan ungkapan penyesalan, melainkan merupakan ungkapan rasa haru dan pernyataan kasih yang tak terkira. Aku yakin, waktu itu terbersit dalam hati ibuku untuk terus merawatku dan menjadikan aku sebagai orang sukses meski tunanetra. Hal ini kuketahui dari kasih sayang ibuku sehari-hari padaku. Ibuku tidak pernah sekalipun mengeluh dengan keadaanku, tak pernah merasa malu mempunyai anak cacat sepertiku, justru selalu menguatkanku dengan nasehat-nasehatnya agar aku selalu optimis dan bersabar dengan keadaanku. Hanya ibulah yang selalu membimbingku melalui hari-hari yang belum terbiasa bagiku, hari-hari yang sulit dalam hidup sebagai seorang tunanetra. Sebab Saat itu ayah sudah mulai jarang di rumah, karena harus bekerja keras mencari nafkah seiring bertambahnya beban yang harus ditanggung ayah dengan lahirnya adik laki-lakiku.
Ternyata ujian Allah yang menimpa keluarga kami tidak hanya itu saja. Selang dua tahun setelah aku menjalani hidup sebagai seorang tunanetra, kembali ujian itu datang mendera hidupku dan keluargaku. Ayah yang sangat kukasihi, ayah yang selalu optimis dengan keadaanku yang tunanetra, ayah yang selalu tak pernah patah semangat untuk mencarikanku obat demi kesembuhanku, dan ayah yang merupakan tulang punggung keluarga, kini harus dipanggil ke hadirat Allah melalui sebuah kecelakaan tragis yang menimpa ayahku saat menunaikan tugasnya sebagai seorang supir bus. Selain ayahku ada pula beberapa orang penumpang yang turut meninggal dan luka-luka berat dalam peristiwa itu. Kini tinggalah ibu yang merupakan satu-satunya pengayomku. Padahal ibu baru saja melahirkan adik laki-lakiku,dan akupun jelas masih belum mandiri meski usiaku sudah menginjak delapan tahun. Hal itu wajar, karena aku belum dapat mengatasi traumaku. Kini tinggal ibulah yang harus berkerja keras untuk menyambung hidup kami dan serta merawatku menggantikan ayah. Meski aku masih kecil, aku pun juga telah dapat ikut merasakan betapa pahitnya hidup yang harus kami jalani.
Masih jelas dalam ingatanku waktu itu, aku selalu merasa iri jika aku mengetahui teman-temanku dapat bersekolah. Aku ingin sekali bersekolah sebagaimana teman-temanku. “ah namun apakah mungkin”, pikirku. Ibu semakin bersedih, jika aku mengeluhkan hal itu padanya. Bahkan tak jarang ibupun sering menangis, jika mengingat keadaan serta keinginanku tersebut. Pernah suatu ketika, dengan memberanikan diri, ibu mendaftarkanku ke sebuah sekolah dasar di kampungku. Hal itu karena ibu merasa iba jika setiap saat mendengar ratapanku yang begitu ingin sekali dapat bersekolah. Namun, yang hingga sekarang membuat perih hatiku, yang membuatku sakit hati jika mengingatnya, bukan hanya sekolah itu tidak menerimaku, melainkan mengataiku sebagai anak yang tak mungkin bersekolah karena kekuranganku. Padahal, ibuku hanya ingin menitipkan saja untuk sementara waktu hingga kami mendapatkan informasi dimana sekolah yang tepat buatku. Terlebih parah lagi, mereka selain tidak dapat menerimaku karena kekuranganku, juga merasa direpotkan jika aku berada di sekolah itu. Membuat malu sekolah, karena telah menerima anak cacat sehingga takut jika masyarakat akan memandang sebagai sekolah yang kurang murit dan kurang berkualitas hingga sampai murit cacatpun diteerima. Hal itu membuat ibuku semakin bersedih, apalagi bukankah menyekolahkanku di SLB yang hanya ada di kota akan perlu biaya mahal? Hal itulah yang pada akhirnya melatar belakangi ibuku terpaksa pergi mengadu nasip ke Jakarta menjadi penjual sayur kliling. Siapa tau akan dapat membiayaiku bersekolah di SLB di kota dan mencukupi kebutuhan adikku yang masih kecil. Dan berangkatlah ibu ke Jakarta untuk mengadu nasib, Sedangkan aku dan adikku tinggal bersama nenek dan paman di kampung.
Ujar-ujar kuno menyatakan, bahwa kehidupan manusia itu seperti roda, terkadang di bawah, dan terkadang pula di atas. Terkadang kita diuji dengan kesulitan hidup, terkadang pula kita pun juga pasti akan diuji dengan kelapangan dan kebahagiaan hidup. Tidak ada kesedihan yang tanpa diiringi kebahagiaan, dan tak ada kebahagiaan yang tanpa diiringi kesedihan. Selang beberapa bulan kemudian, agaknya keberuntungan demi keberuntungan mulai menghampiriku dan keluargaku. Pertama-tama, ibu yang baru empat bulan di Jakarta, diminta pulang oleh adik nenekku atau aku biasa memanggilnya mbah Lik untuk pulang dan mengelola warung makan milik mbah Lik. Hal itu karena memang mbah Lik sudah tua, dan kebetulan beliau juga tidak mempunyai anak yang memarisi usahanya. Dengan demikian, perekonomian keluargaku pun lambat laun Alhamdulillah mulai membaik. Meski ibu selain harus mengelola warung makan mbah Lik juga harus merawat Mbah Lik suami istri yang sudah jompo, namun paling tidak kami sudah dapat hidup dengan lebih baik dari pada sebelumnya. Sedangkan hal berikutnya yang aku anggap sebagai keberuntungan dalam hidupku adalah pada akhirnya akupun dapat bersekolah. Hal yang selama ini kuimpikan, hal yang siang dan malam kuidam-idamkan, akhirnya terwujud. Tak lama setelah kepindahan kami ke Semarang, datanglah sodara mudah ayahku yang konon kata ibuku orang yang cukup kaya di keluarga ayahku. Kedatangan adik ayahku tersebut adalah menawarkan diri bahwa beliau samggup untuk membiayai sekolahku. Tentu saja hal itu sangat menggembirakanku terlebih-lebih ibu. Kalau boleh dikata, hari itu adalah pertama kalinya aku merasakan kebahagiaan yang tak terkira selama aku menjalani hidup sebagai seorang tunanetra. Dan aku yakin, ibuku pun juga demikian. Akupun pada akhirnya dapat bersekolah di Solo, yaitu di sebuah SLB yang khusus bagi anak-anak tunanetra.***
Duabelas tahun tak terasa telah berlalu. Tak terasa pula kini aku sudah lulus SMA. Banyak hal yang telah aku dapatkan selama duabelas tahun bersekolah. disamping ilmu tentunya, melainkan juga pengalaman. Apalagi selama duabelas tahun itu pula aku hidup di asrama sehingga kemandirianku sudah tidak diragukan lagi. Dan Alhamdulillah pula, kini usaha ibuku pun juga sudah lumayan lancar. Meski ibu merupakan tulangpunggung keluarga, namun Alhamdulillah hidup kami pun terbilang cukup. Dan kini, setelah usaha ibuku sudah mulai maju, aku sudah tidak lagi dibiayai sekolah oleh adik ayahku. Bahkan tak jarang pula aku mendapat biasiswa karena beberapa prestasiku yang tak seberapa.

Meskipun aku hidup sebagai seorang tunanetra, namun aku tak ingin menjadi orang yang rendah diri, pesimis, salalu terpuruk, dan terbenam dalam api keputusasaan. Kutepiskan segala rasa keluh-kesah, minder, rendah diri, putus asa jauh-jauh dari hidupku. Sebab aku percaya, bahwa Kekurangan bukan merupakan hambatan untuk meraih kesuksesan, kekurangan bukan merupakan rintangan untuk meraih masa depan yang gemilang. Justru keputusasaan adalah pangkal dari kegagalan untuk meraih apa yang kita inginkan. Banyak sekali orang-orang yang memiliki kekurangan telah menjadi orang sukses. Hellen keler dan herotada Ototake misalnyaa, Hanya berbekal tekat dan semangat, mereka dapat meraih apa yang mereka cita-citakan dalam hidup. Tidak ada yang mustahil di dunia ini asal kita mau berusaha untuk mewujudkannya. Orang-orang seperti mereka itulah yang selalu menjadi motivasiku selama ini untuk berjuang, belajar dan berjuang melawan nasib hingga saat ini bahkan sampai nanti.

Terkadang aku masih merasa sedih jika mengetahui bahwa masih banyak teman-teman tunanetra yang belum mau bangkit dari keterpurukan hidup. Masih banyak diantara mereka yang belum dapat menerima keadaan, belum dapat menerima dengan lapang dada takdir Allah. Banyak diantara mereka yang tidak mau berjuang melawan keputus asaan, melawan nasib untuk bangkit meraih cita-cita. Banyak diantara mereka yang hanya hidup sebagai peminta-minta, berdiam diri di rumah menjadi beban keluarga dan bahkan masyarakat. Hendaknya, kita tidak boleh putus asa dalam menghadapi ujian hidup, dalam menerima takdir Allah. Dengan demikian,peran guru, pembimbing sekaligus motivator yang tau dunia mereka,yang senasip dengan mereka, dan yang pernah mengalami apa yang mereka alami sangat penting. Karena merekalah yang faham tentang kareter mereka lebih mendalam, dan mereka jugalah yang paling faham secara mendalam tentang emosi mereka. Hal itulah yang melatar belakangi aku bercita-cita untuk berkuliah agar aku dapat menjadi guru dan motifator bagi mereka nantinya. Selain itu, aku ingin menunjukan kepada dunia dan masyarakat bahwa tidak selamanya kaum disabilitas itu lemah, tidak selamanya orang berkekurangan itu menjadi beban keluarga, masyarakat bahkan negara. justru sebaliknya, bahwa kaum disabilitas itu dapat menjadi inspirasi bagi orang lain, mandiri, bermanfaat bagi orang lain, dan hidup layak sebagaimana orang normal pada umumnya. Maka dari itu, berkuliah di jurusan PLB (Pendidikan Luar Biasa) adalah kurasa yang paling tepat untuk menjembataniku mencapai impianku tersebut. Dan rasa syukur pun tak henti-hentinya aku panjatkan kepada Allah SWT karena pada akhirnya,aku meskipun berkekurangan seperti ini ternyata dapat juga berkuliah di kampus idaman, di kampus impian setiap pemuda, Universitas Negri Yogyakarta (UNY) dan diterima dijurusan PLB.

Demikian seklumit kisah hidupku, semoga dapat menjadi bahan renungan dan sumber inspirasi bagi yang membacanya.

Silahkan kenal Ardiansyah lebih lanjut Klik disini

Rabu, 24 Juli 2013

Senang Awal dari Kesuksesan

Senang dengan sesuatu merupakan hal yang sangat wajar di dalam kehidupan kita. Terlebih lebihnya hal yang sedang disenangi tersebut merupakan hal yang baru bagi kita, sehingga hal tersebut menjadi kesenangan atau menjadi penasaran tersendiri bagi kita.
Pada dasarnya kesenangan tersebut tidak ada masalah bagi kita, karena kesenangan tersebut merupakan kunci awal dari ketekunan, Hal tersebut dapat dilihat pada realitas yang ada di dalam kehidupan kita; yaitu ketika kita senang terhadap sesuatu yang baru, tentunya kita pasti ingin mengetahui, dan selanjutnya ingin bisa terhadap sesuatu yang baru tersebut. Tetapi yang menjadi masalah adalah kesenangan yang negatif atau kesenangan yang tidak dapat terkendali. Artinya kesenangan yang negatif atau kesenangan yang tidak terkendali yaitu bahwa kesenangan yang kita lakukan tersebut dapat membawa dampak negatif bagi kita, selanjutnya kesenangan yang tidak terkendali yaitu bahwa kesenangan yang kita lakukan tersebut dapat membuat lalai terhadap segala sesuatu hal, misalnya; ibadah, makan, dan berdoa.
Oleh karena itu, baerangkat dari senang tersebut, sehingga dapat memunculkan ketekunan. Setelah ketekunan itu sudah didapatkan di dalam kehidupan kita maka kesuksesan ada di dalam kehidupan kita.
Dengan demikian, mari kita menyenangi sesuatu yang positif untuk maraih kesuksesan yang kita inginkan, dan kesenangan tersebut mari kita lakukan dengan terkendali dan terarah sesuai dengan kapasitas kita miliki.
Mungkin itu yang dapat saya bagikan, ada
kurang dan lebihny, saya mohn maaf yang sebesar-besarnya.a

Kamis, 04 April 2013

Talk Versi 5.0.3

Malam teman-teman semuanya!
Pada kesempatan ini saya akan berbagi talk yang versi 5.0.3. Talk ini cocok terhadap Handphone yang versi OSnya tinggi.
Seperti Nokia E63, E71, E72, N73, Dan lain-lain. Yang paling penting di dalam talk ini juga diperlengkapi talk yang dapat bahasa Indonesia pengucapanya.
Jika teman-teman berminat dan membutuhkan, silahkan Klik
Disini.
mungkin itu yang dapat saya bagikan, jika ingin bertanya atau membutuhkan bantuan saya silahkan hubungi saya.
Somoga Software ini dapat membantu teman-teman semua yang membutuhkan sofware tersebut.

Notasi Braille

Notasi Musik Braille,
ditulis oleh: DIDI TARSIDI.

Menyadari pentingnya upaya peningkatan kualitas pendidikan musik bagi tunanetra berikut pengembangannya, Direktorat Pendidikan Luar Biasa Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional melalui Bagian Proyek Peningkatan Pendidikan Bagi Tunanetra Tahun Anggaran 2000, telah menyelenggarakan “Seminar Pembakuan Sistem Simbol Braille Indonesia Bidang Musik dan Pembinaan Pendidikan Musik bagi Tunanetra”.
Tujuan seminar tersebut adalah untuk memperoleh gambaran umum mengenai permasalahan pengajaran musik di SLB-A, menentukan sistem pengembangan pendidikan musik bagi tunanetra, dan sistem simbol Braille Indonesia di bidang musik.
Peserta seminar terdiri dari unsur pakar pendidikan musik tunanetra ataupun awas, Pusat Kurikulum, akademisi bidang musik, guru musik SLB-A, pemusik tunanetra, dan produsen buku braille. Dalam semiloka ini, para peserta meyakini bahwa pada dasarnya potensi musikal tunanetra tidak berbeda dari orang awas. Karena sistem pengembangan pendidikan musik bagi mereka kurang optimal, karya musik mereka belum mendapat tempat di masyarakat. Di samping itu, belum tersedianya buku sumber dan bahan penyerta yang dapat diakses oleh tunanetra sebagai akibat dari masih sangat terbatasnya Simbol Braille Musik di Indonesia merupakan faktor utama penyebab kegagalan pendidikan musik bagi tunanetra. Jadi, kunci terpenting adalah tersusunnya Pedoman Sistem Simbol Braille Indonesia Bidang Musik yang lengkap. Di sisi lain telah ada simbol braille musik yang disusun oleh World Blind Union Sub Committee Braille Music yang telah digunakan secara internasional. Simbol braille tersebut disusun dalam sebuah buku yang berjudul New International Manual of Braille Music Notation (1996). Mengingat hal itu, seminar merekomendasikan untuk mengadopsi dan menerjemahkan buku tersebut untuk dijadikan sistem simbol braille Indonesia bidang musik. Oleh sebab itu, Direktorat Pendidikan Luar Biasa meminta pihak Yayasan Mitra Netra agar mengusahakan pengadaan buku tersebut dan mengkoordinasikan proses penerjemahannya. Untuk kepentingan itu, Yayasan Mitra Netra atas nama Direktorat Pendidikan Luar Biasa Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional meminta ijin terjemahan kepada Bettye Krolick --sebagai penyusun-- dan World Blind Union --sebagai pemegang hak cipta-- untuk menggunakannya sebagai pedoman Sistem Simbol Braille Indonesia Bidang Musik. Setelah mendapatkan izin, Yayasan Mitra Netra menyerahkan proses terjemahannya kepada sebuah tim yang terdiri atas unsur pakar pendidikan musik baik tunanetra maupun awas, praktisi musik tunanetra yang memahami bahasa Inggris, pakar bahasa Inggris, dan pakar bahasa Indonesia.
Selanjutnya diselenggarakan dua kali pertemuan untuk mengedit hasil terejemahan tersebut. Dari kegiatan pengeditan itu terungkap adanya perbedaan istilah yang lazim digunakan pakar musik awas dengan yang digunakan oleh praktisi musik tunanetra, bahkan antar pakar musik awas itu sendiri. Oleh karena itu dipandang perlu untuk melakukan proses penyusunan ulang hasil terjemahan menjadi pedoman Sistem Simbol Braille Indonesia Bidang Musik seperti pada buku ini, dengan antara lain mencantumkan daftar istilah.
Istilah musik yang dimasukkan ke dalam daftar tersebut adalah istilah yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut, atau yang diperkirakan dapat menimbulkan salah tafsir karena belum lazim digunakan di Indonesia, digunakan di Indonesia dengan makna lain, dan terdapat berbagai istilah untuk makna yang sama.
Berikut ini adalah pokok-pokok pikiran yang disepakati dalam proses terjemahan ini:
(1) istilah yang diterjemahkan hanyalah yang dianggap lazim digunakan di Indonesia; (2) istilah yang menggunakan bahasa Italia atau Latin tidak diterjemahkan; (3) istilah yang menggunakan bahasa Inggris sedapat mungkin diterjemahkan;
(4) untuk istilah yang tidak diterjemahkan, diperlakukan sebagai kata pinjaman, yaitu ditulis dengan cetak miring; (5) apabila di dalam buku asli digunakan berbagai istilah untuk suatu konsep atau makna yang sama, maka dalam penterjemahan, dipilih satu istilah yang dianggap paling lazim digunakan di Indonesia; dan (6) tidak mengubah simbol musik dalam braille yang tercantum pada buku asli.
Selanjutnya diselenggarakan Seminar Lokakarya Pembakuan Sistem Simbol Braille Indonesia Bidang Musik pada tanggal 28 Mei sampai dengan 2 Juni 2001 untuk uji keterbacaan hasil terjemahan. Unsur yang ikut serta dalam kegiatan tersebut adalah organisasi tunanetra, pakar pendidikan musik, baik tunanetra ataupun awas, Pusat Kurikulum, akademisi bidang musik, guru musik SLB-A, pemusik tunanetra, Pusat Bahasa, dan produsen buku braille.
Buku notasi musik Braille tersebut dapat di-download
Disini
Sumber: http://d-tarsidi.blogspot.com/

Sabtu, 12 Januari 2013

KEJENUHAN TERKADANG DATANG DENGAN TIBA-TIBA

Kejenuhan merupakan suatu yang ada dalam diri seseorang, yang muncul dengan pada saat seseorang tidak mempunyai sesuatu hal yang bervariasi.
Kejenuhan dapat juga diartikan sesuatu hal yang menetap, sehingga seseorang mengalami yang disebut titik jenuh. Hal tersebut terjadi disebabkan oleh beberapa hal:
1. Tidak pekerjaan.
2. Kegiatan yang tidak bervariasi.
3. Tidak adanya semangat hidup dalam diri seseorang.
4. Banyak masalah masalah yang terus menurus.
5. Tidak ada recana kedepan untuk masa depan yang akan dihadapi.
Penyabab-penyebab tersebut disetiap orang pasti mengalami salah satu hal yang dialami.
Oleh karena itu, jika sudah tahu apa penyebab yang menjadi kejenuhan yang ada di dalam hidup kita, mari kita mengubah dengan bertahap untuk menghilangkan rasa jenuh yang ada dalam hidup kita untuk menuju suatu yang lebih sukses.
Semoga tulisan sedikit ini dapat bermanfaat dan berguna bagi saudara-saudara.

Kamis, 08 November 2012

Kekuatiran yang menghambat aktivitas

Beberapa hari yang lalu ada seseorang yang di dalam aktivitasnya kelihatan gelisah dan tidak tenang. Hal itu nampak dalam kehidupan seorang itu. Pada hal seorang tersebut mepunyai kegiatan yang harus dikerjakan dengan fokus dan serius. Dengan demikian, seorang tersebut dalam kenyataanya tidak dapat mengerjakan dengan baik dan serius, sehingga akibat yang diperoleh pekerjaan tersebut tidak sesuai yang diharapkan.
Kegelisahan dan ketidaktenangan seseorang tersebut setelah diamati lebih lanjut dan ditanya oleh seorang temanya, maka ditemukanya apa penyebab kegelisahan orang tersebut, dengan cerita panjang lebar sehingga didapatkanya apa penyabab kegelisahan itu. selanjutnya dengan hasil cerita panjang lebar akhirnya menemukan jawaban bahwa kegelisahan orang tersebut karena "kuatir dalam hidupnya yang bagaimana masa depanya".
Dengan demikian, setelah melihat kisah cerita seorang yang menguatirkan dalam kehidupanya sehingga mebawa dampak yang sangat besar, baik dalam aktivitasnya sehari-hari maupun di dalam kehidupanya itu sendiri.
Oleh kerena itu, kita setelah melihat kisah di atas, maka kita harus bisa percaya diri dan menghilangkan dari rasa kekuatiran tersebut. Karena kekuatiran akan mengakibatkan suatu hal yang kemuduran dalam hidup. mengapa dapat membawa dampak kemunduran dalam hidup? karena orang yang mengalami kekuatiran biasanya cenderung memikirkan hal itu secara terus menerus dan takut untuk melangkah. Tentu setiap orang mempunyai dan mengalami yang namanya kuatir di dalam hidupnya, tetapi, bagaimana kita menyikapi hal itu. Maksudnya dengan adanya rasa kuatir tersebut, kita harus segera menghilangkan rasa itu dan semangat kembali dengan sikap percaya diri kita.
Ok. Demikian dari saya, ini yang dapat saya bagikan.
Terakhir dari saya, hilangkan rasa kuatir dan tetaplah semangat dalam menghadapi realita kehidupan.

Jumat, 05 Oktober 2012

MELANGKAH DAN MELANGKAH

Ketika kita berdiam dan merenungi hidup yang telah kita jalani, terkadang kita akan berpikiran yang negatif.
Misalnya; adanya pikiran yang seolah-olah memonis bahwa diri kita tidak bisa apa-apa dan tidak berguna di dunia.
Tetapi hal itu yang dirasakan oleh orang yang merasa mempunyai keterbatasan. Dan sebaliknya, jika apabila yang merenungi kehidupanya adalah orang yang mampu, baik secara kekayaan, akademis, dan kekuasaan. Yang direnungkan adalah kebanyakan merupakan pikiran yang positif, misalnya; Saya pintar, saya mempunyai kekayaan yang melimpah,saya mempunyai kekuasaan dibidang yang saya pegang.
Semua itu karakteristik manusia di dunia. Tetapi yang menjadi permasalahan disini adalah? Bagaimana manusia bisa memaknai hidupnya yang telah diberikan oleh Tuhan.
Selain itu, manusia tidak bisa maju, jika tidak bisa memaknai hidup. Karena,hanya memikirkan kesuksesan yang telah dicapai atau kelemahan yang dimilikinya.
Jadi, segala sesuatu yang dimiliki oleh kita di dunia ini, Baik keterbatasan maupun kemampuan yang handal atau cukup, jadikanlah semuanya ini menjadi sesuatu untuk melangkah yang lebih maju dan lebih maju lagi. Selain itu, jangan cepat puas dengan apa yang telah kita miliki atau yang telah kita raih. Karena, hal itu dapat menghambat kita untuk lebih maju dan untuk membawa perubahan di dalam hidup.
Mungkin ini yang dapat saya bagikan semoga bermanfaat.

Melangkahlah lebih maju dari pada saat ini!!!!

software Pembuka PDF

Hi Teman-teman, pada kesempatan ini saya akan berbagi software untuk membuka file PDF. Software ini akses bagi tunanetra.
Software ini adalah Adobe Acrobat 7.0 Professional. Saya sudah menggunakan dengan lancar,dengan pilihan yang banyak untuk mengubah ke bentuk format yang lain. Misalnya: Microsoft Office Word, TXT dan RTF..
Software ini sangat mudah.
Jika anda tertarik dengan software ini silahkan download
Disini.
Mungkin ini yang saya bagikan semoga bermanfaat.