Manusia terkadang hanya melihat dari sebelah mata, Akhirnya menganggap suatu hal itu tidak berguna. sehingga yang tumbuh di dalam pandangan kita adalah pandangan yang sempit.
Misalnya; kita memandang seekor burung Gagak, burung Gagak tersebut menurut pandangan orang Jawa atau presepsi orang Jawa, burung Gagak tersebut jika mendatangi suatu rumah akan membawa kematian atau sial. Padahal burung Gagak tersebut jika dipandang secara luas, berguna sangat besar misalnya, ketika air Bah tersebut datang dan Nuh ingin mengetahui Air bah tersebut sudah turun apa belum akhirnya Nuh melepaskan burung Gagak tersebut. Seperti yang ada di dalam Kejadian 8 ayat 7: Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.
Selain itu, betapa besar berharganya burung di mata Tuhan, seperti burung-burung yang ada di langit yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, tetapi tetap dapat diberi makan oleh Tuhan kita. Itulah burung-burung yang terkadang dianggap oleh manusia kurang berharga bahkan tidak berharga,.
Oleh karena itu, kita jangan sampai menganggap suatu hal tertentu tidak berharga, karena yang kita pandang hanya sebelah mata saja, ternyata lebih berharga bagi Tuhan. Dengan demikian, yang perlu kita perhatikan adalah kita jangan sampai putus asa, karena merasa kita bagian yang terkecil, tidak berharga, merasa tidak mampu melakukan apapun.
Mari kita lihat burung-burung yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, itu saja diberi makan oleh Tuhan, terlebihnya kita bisa melebihi burung-burung tersebut.
Ini yang dapat saya bagikan, semoga apa renungan yang kita baca ini dapat menjadi bekal di dalam kehidupan kita sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah mengunjungi blog saya.
Tolong tinggalkan komentar, dan mari belajar bersama.