Mungkin kita pernah terkagum-kagum dengan pemain musik yang hebat. Saya punya beberapa rekan musisi yang luar biasa sejak muda. Mereka seolah dilahirkan dengan keahlian itu. Namun, semua orang yang pernah mencoba main musik pasti tahu bahwa kepiawaian mereka tidak muncul begitu saja. Ada ribuan jam latihan yang telah mereka lewati dengan penuh kedisiplinan sebelum akhirnya mereka "merdeka” memainkan nada-nada yang indah. Prinsip yang sama juga berlaku dalam pertumbuhan rohani. Elton Trueblood berkata, "Disiplin adalah harga yang harus dibayar untuk mengalami kemerdekaan."
Disiplin berlatih juga menjadi nasihat rasul Paulus kepada Timotius muda. Paulus ingin agar anak rohaninya itu menjadi pelayan yang mumpuni dalam mengajarkan firman Tuhan (ayat 6, 13). Namun, hal itutidak dapat terjadi begitu saja. Timotius harus melatih diri dalam membaca Kitab Suci dan menggunakan karunianya mengajar. Kata "latihlah" dalam bahasa Yunani adalah gumnazo, yang juga merupakan asal kata Inggris gymnasium, tempat para olahragawan berlatih fisik. Tidak ada jalan pintas. Tentu saja, menjadi pelayan yang disiplin bukan tujuan akhir. Latihan rohani hanyalah sarana yang menjadikan Timotius leluasa dipakai Allah membawa keselamatan dan pertumbuhan bagi banyak orang
Apa yang paling Anda rindukan dalam kehidupan kristiani Anda? Jika rencana Allah adalah membuat anak-anak-Nya menjadi serupa denganKristus (1 Yohanes 3:2b), tidakkah hal itu juga seharusnya menjadi kerinduan kita? Disiplin apa saja yang harus kita latihkan untuk mewujudkannya? --ELS
DISIPLIN ROHANI MENOLONG KITA BERTUMBUH SERUPA KRISTUS DENGAN SUKACITA.
Sumber:
Sabda.org
SELAMAT DATANG DI SEMANGAT-DALAM-KETERBATASAN.BLOGSPOT.COM BLOG ini adalah tempat YANG MENYEDIAKAN BERBAGAI MACAM KEBUTUHAN diantaranya: Artikel motivasi, Renungan harian, Artikel tentang Komputer bicara dan Handphone bicara. Selain itu juga terdapat artikel-artikel lainnya seperti informasi pendidikan baik inklusi maupun umum dan info menarik lainnya.
Kamis, 04 Oktober 2012
Minggu, 30 September 2012
"MAKIN TUA MAKIN JADI"
Umumnya masa menjadi tua adalah masa yang sangat ditakuti oleh banyak orang. Mengapa? Karena masa itu dilihat sebagai masa di mana kita kehilangan "guna" bagi siapa saja dan untuk siapa saja. Bayangan tentang daya ingat bahkan kekuatan yang hilang, tidak dibutuhkan, diabaikan, kesepian serta banyak hal lainnya, seringkali membuat orang memandang masa tua sebagai "masa suram". Ketika masa itu tiba kita hanya akan menjadi orang yang pasif Akan tetapi, bayangan tersebut sama sekali tidak terbukti pada "pak tua" Barzilai. Memang fungsi-fungsi fisiknya melemah (ayat 35), namun ia justru sangat "aktif dan berguna" di usianya yang ke-80 tahun. Ia memberi teladan kesetiaan dan kemurahan dengan berinisiatif menyediakan kebutuhan raja pilihan Tuhan, beserta segenap rakyat yang mengikutinya dalam pengungsian (lihat 2 Samuel 17:27-29). Tercatat sebagai orang yang sangat kaya, tampaknya Barzilai adalah seorang pekerja yang luar biasa (ayat 32). Sampai-sampai, ketika situasi negeri membaik, raja Daud berniat mengajaknya ikut ke istana (ayat 33). Tawaran bagi seorang terpandang seperti Barzilai tentu bukan tawaran yang sembarangan. Namun, lagi-lagi Barzilai menunjukkan sikap teladan, memberi kesempatan bagi generasi yang lebih muda untuk berkarya di samping raja (ayat 37) Tanggal 1 Oktober ini, seluruh dunia memperingati hari lanjut usia. Jika Tuhan masih menempatkan mereka ada di tengah kita, tidakkah ada yang Dia ingin kita pelajari dari mereka? Jika Anda adalah pembaca yang sudah berumur lanjut, kiranya Tuhan memampukan Anda seperti Barzilai, memakai kekayaan usianya untuk memberi kontribusi yang berarti bagi zaman ini. –WIN MAKIN TUA MAKIN JADI,MAKIN PANJANG USIA MAKIN BESAR KESEMPATAN HIDUP BERARTI. Tuhan memberkati. Sumber: Sabda.org
Jumat, 28 September 2012
MEWUJUDKAN VISI
Ada ungkapan, "Orang yang malang bukanlah orang yang tidak dapat melihat, melainkan orang yang dapat melihat, tetapi tidak mempunyai visi." Ungkapan ini menggambarkan pentingnya visi. Namun, mewujudkannya tak selalu mudah.
Nehemia mendapat visi dari Allah untuk membangun tembok Yerusalem saat berada di pembuangan sebagai juru minum raja. Setelah menangkap visi dari Tuhan, ia berdoa dan berpuasa, kemudian ia minta izin kepada raja untuk pulang ke kota asalnya (pasal 1-2:10). Menarik bahwa selama tiga hari di sana Nehemia belum berdialog dengan siapa pun (ayat 11). Ia bahkan menyelidiki pada malam hari agar tidak dilihat orang (ayat 12-16). Membangun tembok Yerusalem bukan pekerjaan mudah. Jika mudah, tentu sudah lama orang melakukannya. Bagaimana Nehemia yang baru datang bisa menyakinkan penduduk setempat untuk menggarap pekerjaan yang begitu besar? Bukan kehebatan diri yang dibagikan Nehemia, tetapi kemurahan Allah yang telah memeliharanya (ayat 18). Seorang buangan bisa dipercaya raja dan dibekali segala perlengkapan untuk membangun tembok Yerusalem.
Betapa kesaksian itu menunjukkan perkenan Allah! Segenap orang pun berespons dengan semangat!
Mungkin Anda pun tengah bergumul dengan visi yang Tuhan letakkan di hati Anda. Banyak tantangan yang membuat visi terasa seperti mimpi yang tak mungkin diraih. Akankah orang-orang mendukungnya? Mintalah hikmat Tuhan untuk mengerti langkah yang perlu ditempuh. Bawalah orang melihat visi yang dari Tuhan dan berespons kepada Dia, dan nantikanlah Tuhan menempatkan orang-orang sevisi untuk melayani bersama Anda. --YBP VISI PELAYANAN DIWUJUDKAN DENGAN PEMAHAMAN YANG TEPAT AKAN RENCANA TUHAN, DIRI SENDIRI DAN ORANG-ORANG, DAN SITUASI.
Sumber
Klik Disini
Sabtu, 25 Agustus 2012
KAPASITAS KREATIF
Peradaban manusia melalui jaman agraris, industri, informasi dan kini jaman kreatif. Kita dituntut menguasai kemampuan unik di setiap jaman agar bisa bersaing.
Apa kemampuan agar kita bisa bersaing di jaman kreatif?
Generasi kakek kita mengidamkan bekerja di sebuah gedung mulai dari pertama kerja hingga pensiun. Generasi ayah kita mengidamkan pekerjaan tetap yang rutin bekerja dari jam 8 hingga jam 17. Tapi generasi saat ini berharap pekerjaan yang fleksibel, tidak monoton dan bisa mengekspresikan potensi diri.
Kita hidup dalam jaman yang terus bergerak dan mengalami perubahan. Jaman kakek kita bukan jaman ayah kita dan bukan jaman kita. Jaman kakek nenek kita hanya negara yang mampu mengglobal dalam bentuk penjajahan (Globalisasi 1.0). Jaman ayah kita hanya perusahaan besar yang mampu mengglobal dalam bentuk ekspansi pasar (Globalisasi 2.0).
Dalam era industri dan informasi, dunia kerja itu rutin, sistematis dan efisien. Kemampuan otak kiri sangat dibutuhkan untuk itu. Pekerjaan mencari siapa yang bisa mengerjakan lebih cepat dan lebih murah. Oleh karena itu, sistem pendidikan dan organisasi kerja kita didesain untuk memenuhi kebutuhan kedua jaman tersebut. Jaman kita? Setiap orang bisa mengglobal berkat internet dan media sosial. Setiap orang bisa berkreasi dan mengekspresikannya secara luas. Inilah jaman kreatif. Inilah Globalisasi 3.0. Setiap jaman tersebut membutuhkan kapasitas yang berbeda untuk sukses.
Tapi di jaman kreatif atau era konseptual, menurut, Daniel H. Pink dalam bukunya A Whole New Mind, dibutuhkan 6 kapasitas baru agar kita bisa bersaing.
Enam kapasitas itu adalah sinergi antara otak kiri dan otak kanan yang melahirkan high concept – high touch. Enam kapasitas yang menuntut kita mengimajinasikan ulang sistem pendidikan, karir dan organisasi kerja kita. Daniel H. Pink, menuliskan buku A Whole New Mind, sebenarnya sebagai sebuah peringatan bagi bangsa Amerika Serikat agar tidak tertinggal oleh bangsa-bangsa Asia. Nah, karena kita bisa baca buku itu, memgapa tidak kita belajar untuk menguasai 6 kapasitas itu sehingga bisa bersaing di jaman kreatif?
Sekarang, apa saja 6 kapasitas kreatif itu?
1. Bukan hanya fungsi tetapi juga DESAIN.
Dalam membuat produk, jasa dan layanan tidak semata berpikir tentang fungsional. Bukan lagi sekedar membuat sebuah alat yang bisa digunakan untuk mendengarkan berita dan musik bernama radio. Tapi lebih dari itu, kita perlu mendesain radio yang indah, unik dan menyentuh emosi, seperti Radio Magno. Kita perlu kapasitas untuk berpikir desain.
2. Bukan hanya argumen tetapi juga CERITA.
Jaman kita telah dibanjiri oleh berbagai informasi dan data. Tidak cukup lagi meyakinkan orang dengan menggunakan argumen. Kesadaran akan diri dan menciptakan cerita jauh lebih efektif dalam menyentuh emosi orang lain.
3. Bukan hanya fokus tetapi juga SIMPONI.
Jaman industri dan informasi menuntut kita untuk fokus dan spesialisasi pada suatu bidang. Fokus tidak cukup lagi, kita dituntut mampu memandang gambaran besar dan mensintesakan berbagai sumber daya yang ada. Tidak cukup ahli di bidang fashion, tapi juga kemampuan mensinergikan dengan potensi lokal untuk menciptakan Jember Fashion Carnival.
4. Bukan hanya logis tetapi juga EMPATI.
Dalam era setiap orang tehubungan dengan orang lain, tidak cukup logika yang melandasi hubungan tersebut. Kita dituntut mengasah empati kita untuk memahami emosi orang lain. Kemampuan untuk mendengarkan, menghargai dan merasakan apa yang dirasakan orang lain.
5. Bukan hanya keseriusan tetapi juga BERMAIN.
Jaman industri dan informasi telah menuntut kita untuk bekerja serius dari pagi sampai malam. Keseriusan melahirkan efisiensi. Tapi jaman kreatif membutuhkan ide segar dari kita yang lahir justru ketika kita dalam keadaan bermain yang santai, relaks, dan penuh humor. Perhatikan saja kantor Google yang justru menyediakan banyak arena bermain.
6. Bukan hanya akumulasi tetapi juga MAKNA.
Jaman industri dan informasi membuat orang berlomba-lomba mengakumulasikan hasil kerja atau kekayaan. Ketika kekayaan didapat, seringkali justru perasaan kosong yang lahir. Pada jaman kreatif, orang-orang akan mengimbangi dengan upaya mengejar hasrat agar lebih berarti seperti gerakan sosial yang lahirkan makna hidup dan gerakan spiritualitas.
Sumber: Profec
Jumat, 17 Agustus 2012
SUATU HAL YANG BERHARGA
Manusia terkadang hanya melihat dari sebelah mata, Akhirnya menganggap suatu hal itu tidak berguna. sehingga yang tumbuh di dalam pandangan kita adalah pandangan yang sempit.
Misalnya; kita memandang seekor burung Gagak, burung Gagak tersebut menurut pandangan orang Jawa atau presepsi orang Jawa, burung Gagak tersebut jika mendatangi suatu rumah akan membawa kematian atau sial. Padahal burung Gagak tersebut jika dipandang secara luas, berguna sangat besar misalnya, ketika air Bah tersebut datang dan Nuh ingin mengetahui Air bah tersebut sudah turun apa belum akhirnya Nuh melepaskan burung Gagak tersebut. Seperti yang ada di dalam Kejadian 8 ayat 7: Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.
Selain itu, betapa besar berharganya burung di mata Tuhan, seperti burung-burung yang ada di langit yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, tetapi tetap dapat diberi makan oleh Tuhan kita. Itulah burung-burung yang terkadang dianggap oleh manusia kurang berharga bahkan tidak berharga,.
Oleh karena itu, kita jangan sampai menganggap suatu hal tertentu tidak berharga, karena yang kita pandang hanya sebelah mata saja, ternyata lebih berharga bagi Tuhan. Dengan demikian, yang perlu kita perhatikan adalah kita jangan sampai putus asa, karena merasa kita bagian yang terkecil, tidak berharga, merasa tidak mampu melakukan apapun.
Mari kita lihat burung-burung yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, itu saja diberi makan oleh Tuhan, terlebihnya kita bisa melebihi burung-burung tersebut.
Ini yang dapat saya bagikan, semoga apa renungan yang kita baca ini dapat menjadi bekal di dalam kehidupan kita sehari-hari.
Misalnya; kita memandang seekor burung Gagak, burung Gagak tersebut menurut pandangan orang Jawa atau presepsi orang Jawa, burung Gagak tersebut jika mendatangi suatu rumah akan membawa kematian atau sial. Padahal burung Gagak tersebut jika dipandang secara luas, berguna sangat besar misalnya, ketika air Bah tersebut datang dan Nuh ingin mengetahui Air bah tersebut sudah turun apa belum akhirnya Nuh melepaskan burung Gagak tersebut. Seperti yang ada di dalam Kejadian 8 ayat 7: Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.
Selain itu, betapa besar berharganya burung di mata Tuhan, seperti burung-burung yang ada di langit yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, tetapi tetap dapat diberi makan oleh Tuhan kita. Itulah burung-burung yang terkadang dianggap oleh manusia kurang berharga bahkan tidak berharga,.
Oleh karena itu, kita jangan sampai menganggap suatu hal tertentu tidak berharga, karena yang kita pandang hanya sebelah mata saja, ternyata lebih berharga bagi Tuhan. Dengan demikian, yang perlu kita perhatikan adalah kita jangan sampai putus asa, karena merasa kita bagian yang terkecil, tidak berharga, merasa tidak mampu melakukan apapun.
Mari kita lihat burung-burung yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, itu saja diberi makan oleh Tuhan, terlebihnya kita bisa melebihi burung-burung tersebut.
Ini yang dapat saya bagikan, semoga apa renungan yang kita baca ini dapat menjadi bekal di dalam kehidupan kita sehari-hari.
Rabu, 15 Agustus 2012
MERDEKA di dalam kehidupan sehari-hari
Seseorang di dalam kehidupannya terkedang belum bisa merasa merdeka. Mengapa belum merasa merdeka? karena di dalam kehidupannya setiap orang tidak dapat menerima semua apa yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita. Akhirnya hal itu sulit dirasakan oleh semua orang.
Permasalahan yang ada di dalam kehidupan tersebut tentunya diperlukan beberapa hal yang harus dilakukan supaya setiap orang dapat merasakan hal kemerdekaan itu di dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut sebenarnya setiap orang dapat melakukan dengan baik, tetapi terkadang sifat orang itu yang tidak dapat menerima keadaan yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita.
Oleh karena itu, untuk mempertahankan dan untuk merasakan kemerdekaan itu di dalam kehidupan kita sehari-hari mari kita tumbuhkan rasa syukur kita kepada Tuhan dan selain itu kita harus tetap semangat untuk menghadapi realitas yang ada di dalam kehidupan kita sehari-hari.
Jika hal itu dapat tercapai semoga kemerdekaan ada di dalam kehidupan kita.
Semoga renungan ini bermanfaat, hanya ini yang dapat saya bagikan. Ada kurang dan lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Permasalahan yang ada di dalam kehidupan tersebut tentunya diperlukan beberapa hal yang harus dilakukan supaya setiap orang dapat merasakan hal kemerdekaan itu di dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut sebenarnya setiap orang dapat melakukan dengan baik, tetapi terkadang sifat orang itu yang tidak dapat menerima keadaan yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita.
Oleh karena itu, untuk mempertahankan dan untuk merasakan kemerdekaan itu di dalam kehidupan kita sehari-hari mari kita tumbuhkan rasa syukur kita kepada Tuhan dan selain itu kita harus tetap semangat untuk menghadapi realitas yang ada di dalam kehidupan kita sehari-hari.
Jika hal itu dapat tercapai semoga kemerdekaan ada di dalam kehidupan kita.
Semoga renungan ini bermanfaat, hanya ini yang dapat saya bagikan. Ada kurang dan lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Minggu, 12 Agustus 2012
KEKUATAN YANG MEMUSAT
Ketika membaca judul di postingan ini tentunya ada suatu pertanyaan yang muncul, apa yang dimaksud dengan kekuatan yang memusat?
Kekuatan yang memusat disini bukanlah kekuatan yang berupa energi yang nampak di dalam badan kita yang digunakan sehari-hari. Tetapi kekuatan yang berupa semangat atau spirit yang ada di dalam diri kita masing-masing.
Setiap manusia pasti ada kekuatan tersebut yang berupa semangat, namun terkadang hal itu dibiarkan saja dan akhirnya menjadi kekuatan yang tidak memusat.
Dengan permasalahan tersebut, segala hal yang kita lakukan dengan tidak fokus atau tidak menggunakan kekuatan yang memusat, yang dapatkan adalah kegiatan kita akan hancur dan tidak sesuai dengan target.
Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut jika mempunyai suatu kegiatan atau pekerjaan yang direcanakan baik hasil maupun waktunya, yang haru s kita lakukan yaitu berkonsentrasi penuh pada kegiatan tersebut, memberikan jadwal waktu sepenuhnya untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, menghidarkan dari pikiran-pikiran yang negatif yang ada di dalam diri kita.
Mungkin ini yang dapat sya bagikan, semoga bermanfaat, jika ada kurang dan lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Kekuatan yang memusat disini bukanlah kekuatan yang berupa energi yang nampak di dalam badan kita yang digunakan sehari-hari. Tetapi kekuatan yang berupa semangat atau spirit yang ada di dalam diri kita masing-masing.
Setiap manusia pasti ada kekuatan tersebut yang berupa semangat, namun terkadang hal itu dibiarkan saja dan akhirnya menjadi kekuatan yang tidak memusat.
Dengan permasalahan tersebut, segala hal yang kita lakukan dengan tidak fokus atau tidak menggunakan kekuatan yang memusat, yang dapatkan adalah kegiatan kita akan hancur dan tidak sesuai dengan target.
Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut jika mempunyai suatu kegiatan atau pekerjaan yang direcanakan baik hasil maupun waktunya, yang haru s kita lakukan yaitu berkonsentrasi penuh pada kegiatan tersebut, memberikan jadwal waktu sepenuhnya untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, menghidarkan dari pikiran-pikiran yang negatif yang ada di dalam diri kita.
Mungkin ini yang dapat sya bagikan, semoga bermanfaat, jika ada kurang dan lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Rabu, 08 Agustus 2012
Pentingnya Agama Kristen Sebagai Dasar Peningkatan Kualitas Hidup Tunanetra
Disusun oleh :
Vindi Dwi Winantyo
NIM: 0120112012
Sekolah Tinggi Agama Kristen Marturia (STAKM)
Jogjakarta
A. Pendahuluan.
1. Latar belakang masalah.
Keberadaan tunanetra di tengah-tengah masyarakat saat ini belum bisa diterima dengan baik. Fenomena ini muncul pada kehidupan tunanetra ketika bersosialisasi dengan masyarakat secara luas atau di lingkungan non-disabel. Hal itu akhirnya menimbulkan permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat umum atau masyarakat non-disabel.
Permasalahan yang muncul di tengah-tengah masyarakat itu disebabkan oleh dua faktor. Hal itu nampak pada lingkungan masyarakat non-disabel maupun kehidupan tunanetra tersebut. Salah satu masalah yang ada di tengah-tengah masyarakat, penyandang tunanetra belum bisa menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat dengan baik, misalnya; masih ada penyandang tunanetra yang tergantung penuh kepada masyarakat non-disabel. Di sisi lain, masyarakat non-disabel itu bertujuan untuk memperhatikan dan membantu para penyandang tunanetra, tetapi akhirnya menjadi suatu ketergantungan yang terus menerus. Sehingga para penyandang tunanetra yang mempunyai ketergantungan kepada masyarakat non disabel tersebut, pada akhirnya menjadi suatu kemalasan bagi para penyandang tunanetra untuk berusaha memperjuangkan hidupnya. Permasalahan yang lain yaitu dengan jumlah tunanetra yang cukup besar merupakan suatu hal yang dilematis, di satu sisi jumlah tunanetra yang banyak tersebut dapat menjadi potensi untuk menjadi motivator dan inspirator dalam berbagai segi kehidupan masyarakat yang harus dikembangkan. Namun, di sisi lain menjadi kerentanan karena keterbatasan yang dialami berpotensi untuk memposisikan para tunanetra berada pada ekonomi lemah, sehingga akses terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan dan kemandirian menjadi berkurang. Kondisi keterbatasan ini juga sangat rentan menjadikan para tunanetra kurang peka terhadap lingkungan sosial. Jadi, jika ditinjau kembali permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat tersebut, hanya sebagian saja yang menjadi pandangan negative oleh masyarakat non disabel. Tetapi hal ini menjadi permasalahan di Indonesia yang dialami oleh semua penyandang tunanetra, mulai dari diskriminasi dan kemiskinan yang tidak berujung, krisis energi dan sumberdaya pangan yang mengancam di depan, hingga permainan politik yang berdampak pada kehidupan masyarakat secara umum.
Fenomena tersebut sampai saat ini masih menjadi pemikiran semua khalayak. Karena hal itu menjadi masalah yang ada di Indonesia yang harus dicari solusinya supaya bisa terlepas dari pandangan negative masyarakat terhadap tunanetra. Dengan melihat keadaan yang digambarkan diatas, permasalahan yang muncul tersebut dapat disimpulkan bahwa pandangan-pandangan negative dari masyarakat, itu disebabkan oleh penyandang tunanetra itu sendiri.
Oleh karena itu, untuk mengubah pandangan negative masyarakat tersebut, yang harus dilakukan oleh para penyandang tunanetra adalah meningkatkan kwalitas untuk mempertahankan hidupnya di dalam masyarakat non disabel. Karena keberadaan tunanetra di tengah-tengah masyarakat non disabel merupakan keadaan yang minoritas, untuk meningkatkan kwalitas dan mempertahankan hidup para penyandang tunanetra di tengah-tengah masyarakat non disebel tersebut supaya hal itu bisa berhasil dengan baik yang sesuai menggunakan Pendidikan Agama Kristen. Karena, Pendidikan Agama bertujuan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk penyandang tunanetra agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti yang luhur, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Peningkatan potensi spiritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spiritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.
2. Rumusan masalah.
a. Bagaimana mengubah pandangan negatif masyarakat?
b. Apa penyebab terjadinya pandangan negatif tersebut?
c. Seberapa besar perubahan tersebut?
d. Upaya apa yang dapat dilakukan?
B. Pembahasan.
Masyarakat adalah sekumpulan orang-orang yang menempati suatu wilayah tertentu, yang di dalamnya terjadi interaksi untuk saling memenuhi kebutuhan bersama serta bersosialisasi dengan sesama anggota masyarakat lainnya. Selain itu, Di dalam masyarakat terdapat keberagaman. Keberagaman tersebut dapat berupa ciri fisik yang khas, pekerjaan/mata pencaharian, pendidikan, status sosial, dan lain sebagainya. Sehingga di antara keberagaman tersebut, penyandang tunanetra merupakan bagian dari masyarakat tersebut.
Tunanetra adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi seseorang yang mengalami gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya. Berdasarkan tingkat gangguannya, tunanetra dibagi dua yaitu buta total (total blind) dan yang masih mempunyai sisa penglihatan (low vision).
Adapun definisi yang lain dibagi menjadi dua yaitu definisi secara medis dan definisi secara pendidikan. Definisi medis ini didasarkan pada ketajaman penglihatan dan lantang pandangan. Seseorang yang memiliki ketajaman penglihatan (visus) 20/200 atau kurang tergolong buta. Sedangkan yang memiliki visus antara 20/70 tergolong low vision. Meskipun seseorang memiliki ketajaman penglihatan normal tetapi lantang pandangannya kurang dari 20 derajat juga tergolong buta. Karena difinisi medis ini semata-mata didasarkan pada ketajaman penglihatan, sering ditemukan seseorang yang memiliki ketajaman penglihatan sama tetapi kemampuan penggunaan penglihatannya berbeda. Di samping itu berdasarkan data statistic bahwa seseorang yang digolongkan buta keadaan penglihatannya sangat beragam. Penggolongan ketunanetraan berdasarkan media yang digunakan untuk membaca dan menulis merupakan dasar dari definisi pendidikan. Seseorang yang belajar dengan menggunakan indera perabaan dan pendengaran digolongkan sebagai buta. Sedangkan seseorang yang masih mampu menggunakan penglihatannya untuk membaca meskipun dengan tulisan yang diperbesar (diadaptasi) mereka digolongkan sebagai low vision. Selain itu, seseorang yang masih mampu menggunakan penglihatannya tetapi mengalami gangguan pada situasi tertentu tergolong sebagai limited vision.
Menurut Lowenfeld, akibat ketunanetraan menimbulkan tiga macam keterbatasan, yaitu (1) keterbatasan dalam hal luas dan variasi pengalaman, (2) keterbatasan dalam bergerak atau mobilitas, (3) keterbatasan berinteraksi dengan lingkungan (dalam Sunanto: 1).
Oleh karena itu, akibat berkurangnya fungsi indra penglihatannya maka para penyandang tunanetra berusaha memaksimalkan fungsi indra-indra yang lainnya seperti, perabaan, penciuman, pendengaran, dan lain sebagainya, sehingga tidak sedikit penyandang tunanetra yang memiliki kemampuan luar biasa misalnya di bidang musik atau ilmu pengetahuan. Namun disisi lain hal ini menimbulkan masalah-masalah sosial, seperti penolakan oleh lingkungan sosialnya, kesulitan membina hubungan sosial, dan sikap belas kasihan dan overproteksi dari orang-orang lain, serta kesulitan mendapatkan pekerjaan (Golub, 2003). Selain itu, penyesuaian diri seorang tunanetra akan lebih lama dibandingkan dengan orang yang melihat. Karena penyesuaian diri seseorang dapat merupakan proses yang panjang, dan mungkin harus dilakukan melalui berbagai macam cara (Tarsidi, 1999).
Langkah yang dapat dilakukan, untuk menghadapi permasalahan tersebut supaya terlepas dari permasalahan yang dirasakan oleh penyandang tunanetra adalah yang pertama dan yang paling utama, tentunya harus diawali dari sikap dan kepribadian para penyandang tunanetra terlebih dahulu, supaya masyarakat non disabel bisa menerima para penyandang tunanetra dengan baik. Oleh karena itu, Para penyandang tunanetra harus mampu menyusaikan diri dengan lingkungan masyarakat non disabel dengan cara mengubah sikap dan kepribadian penyandang tunanetra sendiri untuk meningkatkan kwalitas hidup di tengah-tengah masyarakat umum. Karena, keberadaan penyandang tunanetra di tengah-tengah masyarakat di dalam keadaan minoritas.
Sikap dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang relatif permanent dan terdiri dari tiga komponen, yaitu komponen kognisi, komponen perasaan, dan komponen kecenderungan tindakan [action tendency component]. Yang berpusat pada satu obyek (Krech et al, 1982:147). Namun pada akhirnya Sikap cenderung mempersempit, melestarikan, dan menstabilkan dunia individu. Tetapi manusia tidak dapat hidup secara autistik di dalam dunia yang diciptakannya sendiri. Dunia "di luar" dirinya senantiasa bergerak, dan semua manusia, pada tingkat yang bervariasi, responsif terhadap perubahan yang terjadi di dalam dunia sekitarnya. Pada saat mereka berusaha menyesuaikan diri dengan dunia yang berubah itu, mereka mengubah sikapnya, baik secara mudah ataupun sulit, dengan sukarela ataupun dengan enggan (1982:215).
Oleh karena itu, perubahan sikap tersebut supaya tidak menjadi suatu hal yang sulit untuk dilakukan dan tidak menjadi suatu angan-angan saja. Maka di dalam pembahasan ini, untuk memecahkan permasalahan tersebut menggunakan pendidikan Agama Kristen yang mendasari untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang tunanetra. Karena pendidikan Agama Kristen merupakan dasar untuk membentuk karakter, menanamkan Iman Kristen, dan untuk memngembangkan potensi diri pada anak-anak. Selain itu, peran pendidikan Agama Kristen sangat penting di dalam kehidupan umat manusia untuk memperoleh hidup yang bermakna dan penuh harapan.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat (http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan, diunduh 3 Juni 2012).
Pengertian Pendidikan Agama Kristen secara harfiah dan sederhana adalah pendidikan untuk umat beragama Kristen. Sedangkan pengertian pendidikan Agama Kristen secara luas adalah subyek yang berkaitan dengan pengalaman dari peserta didik dan memberikan kontribusi untuk perkembangan yang sehat mereka yaitu fisik, emosional, sosial, spiritual, moral dan kognitif. Hal ini dapat membantu peserta didik untuk mengidentifikasi kemampuan yang berbeda dan karunia yang diberikan oleh Allah dan dapat membantu mereka untuk mengembangkan potensi diri dengan kemampuan secara maksimal.
Keadaan penyandang tunanetra selain mempunyai kelemahan secara fisik, tetapi ketika mendapat pandangan negative dari masyarakat penyandang tunanetra tersebut akan merasa putus asa dalam kehidupannya secara terus menurus. Hal ini berarti menunjukkan bahwa keadaan penyandang tunanetra tidak mempunyai harapan dan tidak mampu mengembangkan dirinya dengan potensi yang telah diberikan oleh Allah. Pada hal setiap manusia pasti mempunyai talenta yang telah diberikan oleh Allah, tetapi talenta yang telah diberikan oleh Allah kepada setiap orang tentunya berbeda-beda. Meskipun adanya perbedaan di dalam pemberian talenta yang telah diberikan, tetapi hal itu tidak menjadi suatu permasalahan bagi penyandang tunanetra untuk mengembangkan kemampuanya di dalam kehidupanya sehari-hari.
Permasalahan yang menjadi penghambat untuk mengembangkan potensi diri pada penyandang tunanetra adalah pola pikir yang dibentuk oleh penyandang tunanetra itu sendiri. Pola pikir yang ada di dalam penyandang tunanetra tersebut merupakan pola pikir yang membuat penyandang tunanetra tidak dapat berkembang dan kehilangan motivasi. Misalnya, penyandang tunanetra merasa tidak berguna di tengah-tengah masyarakat non-disabel ketika mendapat anggapan bahwa penyandang tunanetra tidak mampu untuk melakukan kehidupan di tengah-tengah masyarakat non-disabel. Selain itu, munculnya perasaan dari penyandang tunanetra bahwa penyandang tunanetra merupakan kaum yang tertindas dan tidak mempunyai harapan untuk hidup. Akhirnya hal itu membentuk pola pikir yang ada di dalam penyandang tunanetra yang menghambat untuk meningkatkan kualitas dan potensi diri. Pola pikir tersebut harus segera diperhatikan dan diperbaiki, karena, jika hal itu masih ada di dalam penyandang tunanetra secara teruss meneruss akan membuat hidup para penyandang tunanetra tidak dapat mencapai kebebasan dari permasalahan yang dihadapinya.
Pengharapan untuk mencapai hasil tersebut, tentunya diperlukan perjuangan bagi semua orang baik laki-laki maupun perempuan, yang tertindas (Freire, 1999: 40). Perjuangan tersebut tentunya harus mengorbankan segala sesuatunya dengan keterbatasan yang dimiliki yaitu dengan cara mengembangkan potensi yang ada di dalam diri para penyandang tunanetra. Pengembangan potensi tersebut dapat berupa pemahaman kehidupan secara politik dan pemahaman yang lebih kritis tentang situasi penidasan. Karena, pemahaman terhadap kehidupan politis dan mengetahui tentang situasi penindasan dapat mengubah kondisi-kondisi konkrit.
Pratek pendidikan yang digunakan bersifat menyingkapkan dan memberikan pengertian. Karena, penyandang tunanetra di dalam kehidupanya ada ingatan akan banyak tenunan yang masuk dalam sejarah diri sendiri, misalnya, ingat pada masa kecil dan masa remaja. Selain itu, ingat akan hilangnya senyuman pada waktu kesalahpahaman dan ingat kepahitan masa lalu.
Pendidikan tersebut adalah pendidikan pedagogi pengharapan (Freire, 1999: 51). Salah satu tugas pedagogi pengharapan pertama kali adalah menciptakan rakyat yang demokratis. Kemudian diperluas tugas pedagogi harapan tersebut yaitu memampukan kelompok-kelompok rakyat untuk mengembangkan kemampuan mereka bukan dengan bahasa ’para pendidik’ otoriter dan sektarian, tetapi bahasa mereka sendiri. Sehingga kembali kepada realitas mereka, dan mampu memperkirakan rancangan-rancangan, desain-desain mereka, dan dapat mengantisipasi dunia mereka yang dihadapinya. Di sinilah pusat pendidikan yang baik bagi rakyat yang tertindas.
Menurut Freire, manusia sendirilah yang dijadikan sebagai titik tolak dalam pendidikan hadap-masalah (dalam Manggeng, 2005: 42). Manusia tidak mengada secara terpisah dari dunia dan realitasnya, tetapi ia berada dalam dunia dan bersama-sama dengan realitas dunia. Realitas itulah yang harus diperhadapkan pada nara didik supaya ada kesadaran akan realitas itu. Konsep pedagogis yang demikian didasarkan pada pemahaman bahwa manusia mempunyai potensi untuk berkreasi dalam realitas dan untuk membebaskan diri dari penindasan budaya, ekonomi dan politik. Kesadaran tumbuh dari pergumulan atas realitas yang dihadapi dan diharapkan akan menghasilkan suatu tingkah laku kritis dalam diri nara didik.
Paulo Freire membagi empat tingkatan kesadaran manusia, yaitu, pertama, kesadaran intransitif dimana seseorang hanya terikat pada kebutuhan jasmani, tidak sadar akan sejarah dan tenggelam dalam masa kini yang menindas. Kedua, kesadaran semi intransitif atau kesadaran magis. Kesadaran ini terjadi dalam masyarakat berbudaya bisu, dimana masyarakatnya tertutup. Ciri kesadaran ini adalah fatalistis. Hidup berarti hidup di bawah kekuasaan orang lain atau hidup dalam ketergantungan. Ketiga, kesadaran Naif. Pada tingkatan ini sudah ada kemampuan untuk mempertanyakan dan mengenali realitas, tetapi masih ditandai sikap primitif dan naif, seperti: mengindentifikasikan diri dengan elite, kembali ke masa lampau, mau menerima penjelasan yang sudah jadi, sikap emosi kuat, banyak berpolemik dan berdebat. Keempat, kesadaran kritis transitif. Kesadaran kritis transitif ditandai dengan kedalaman menafsirkan masalah-masalah, percaya diri dalam berdiskusi, mampu menerima dan menolak. Pembicaraan bersifat dialog. Pada tingkat ini orang mampu merefleksi dan melihat hubungan sebab akibat (dalam Manggeng, 2005: 42-43). Pembagian tingkatan kesadaran di atas, dapat dilihat bahwa pendidikan yang membebaskan adalah pendidikan yang menumbuhkan kesadaran kritis transitif. Tentunya seseorang tidak mampu langsung untuk mencapai kesadaran yang tertinggi, tetapi melalui tahapan-tahapan yang harus dilalui. Karena, belajar merupakan proses perubahan kesadaran dari hal yang terendah hingga yang di atasnya. Sehingga tahapan terakhir atau tahapan tertinggi menjadi tujuan utama untuk mencapai kesadaran.
Perbedaan guru dan murid di dalam proses belajar, seolah-olah guru merupakan sumber pengetahuan utama, sedangkan peran murid merupakan menjadi obyek yang tidak tahu apa-apa. Tetapi peran guru dan murid di dalam proses belajar tersebut tidak seperti itu melainkan sama, sehingga tidak ada sikap guru yang menempatkan murid sebagai obyek yang menerima pelajaran saja dan guru sebagai pengajar. Jadi, di dalam proses belajar guru dan murid sama-sama menjadi subyek yang belajar dan memecahkan masalah bersama.
Materi yang digunakan di dalam proses belajar tersebut yaitu permasalahan yang ada di dalam kehidupan sehari-hari yang diangkat menjadi topik untuk dialog. Permasalahan tersebut dipecahkan bersama-sama antara guru dengan murid untuk mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh nara didik. Misalnya, permasalahan yang dihadapi oleh siswa tunanetra ketika bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat. Kemudian permasalahan tersebut didiskusikan bersama-sama dengan cara, pertama-tama yaitu mencari penyebab munculnya permasalahan tersebut. Setelah itu, guru memberi penjelasan kepada nara didik tentang dampak yang akan dirasakan jika permasalahan ini tidak segera diselasaikan. Akhirnya dengan mengetahui apa penyebabnya, apa yang dibutuhkan oleh penyandang tunanetra dan apa yang dinginkan oleh masyarakat non-disabel; nara didik akan sadar keterbatasanya.
Metode tersebut jika diaplikasikan dengan pendidikan Agama Kristen nampaknya cukup tepat. Karena, di dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen materinya membahas tentang kehidupan sehari-hari dan pembelajaranya juga dapat menggunakan dengan cara diskusi. Oleh karena itu, pendidikan Agama Kristen dapat menumbuhkan kesadaran akan realitas yang dihadapi oleh setiap manusia. Selain itu, pendidikan Agama Kristen dapat memotivasi seseorang yang lemah, putus asa, dan tidak mempunyai pengharapan. Sehingga dengan permasalahan yang dihadapi oleh para penyandang tunanetra tersebut, dapat terpecahkan dengan pendidikan Agama Kristen.
Pelaksanaan pendidikan Agama Kristen dapat dilaksanakan di sekolahan maupun di gereja. Hal itu tidak jauh berbeda dengan pendidikan di dalam sekolah-sekolah umum. Letak perbedaanya hanya penyampaian materi, jika di gereja lebih ke metode ceramah, sebab dalam gereja pendekatanya lebih “indoktrinasi”, karena lebih mendapat tekanan yang dominan. Pengajaran di sekolah minggu dan katekisasi dan juga dalam kebaktian umum, peserta didik di dalam kebaktian diisi dengan sejumlah doktrin yang Alkitabiah. Meskipun metode diskusi di gereja digunakan, tetapi tidak banyak seperti di sekolahan. Sedangkan di sekolahan setiap penyampaian materi akan disertai diskusi. Sehingga di dalam pengajaran di sekolahan akan lebih mendapakan pemecahan masalah yang sedang dihadapi oleh nara didik.
C. Simpulan.
Dengan demikian, penyandang tunanetra dapat mengetasi permasalahanya dengan pendidikan Agama Kristen. Karena, pendidikan Agama Kristen merupakan suatu pelajaran yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, pendidikan Agama Kristen dapat menumbuhkan kesadaran akan realitas yang dihadapi oleh penyandang tunanetra. Dengan tumbuhnya kesadaran akan realitas yang dihadapi oleh penyandang tunanetra, sehingga penyandang tunanetra dapat meningkatkan kualitas hidup di tengah-tengah masyarakat non-disabel.
Daftar Pustaka.
Freire, Paulo. (2001). Pedagogi Pengharapan. Yogyakarta: Kanisius.
Immanuel, Ryo. (2011). Pengertian dan Tujuan Pendidikan Agama Kristen. Dambil dari http://choyho.blogspot.com/2011/03/pengertian-dan-tujuan-pendidikan-agama.html diunduh tanggal 3 Mei 2012.
Manggeng, Marthen. (Tanpa tahun). Pendidikan Agama Kristen dalam Masyarakat Majemuk.
Manggeng, Marthen. (2005). Pendidikan Yang Membebaskan Menurut Paulo Freire dan Relevansinya dalam Konteks Indonesia dalam INTIM-Jurnal Teologi Kontekstual Edisi 8. Makasar: STT INTIM.
Sunanto, Juang. (Tanpa tahun). Anak dengan Gangguan Penglihatan.
Tanpa pengarang. (Tanpa Tahun). Pendidikan. Diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan diunduh 3 Juni 2012
Tarsidi, Didi. (1999). Upaya Peningkatan Positivitas Sikap Masyarakat terhadap Tunanetra. Makalah disajikan pada Seminar Pemberdayaan Potensi Tunanetra Tanggal 17 Nopember 1999.
Minggu, 22 Juli 2012
CERITA DI DALAM PERAHU
Ada daerah yang terdapat sebuah benua, benua tersebut yang airnya sangat tenang dan tepat untuk tempat periwisata.
Dikemudian hari pengunjung benua tersebut bertambah banyak, karena di benua tersebut terdapat pemandangan yang sangat indah dan ada penyewaan perahu yang dapat digunakan untuk berputar-putar mengililingi benua tersebut.
Disuatu ketika ada sekolompok pemuda yang mengunjungi benua tersebut akan mengadakan diskusi bersama-sama di tempat tersebut. Akhirnya sekolompok tersebut sepakat akan menyewa perahu untuk mengadakan diskusi di tengah-tengah benua itu.
Diskusi tersebut berjudul: Memaknai arti kasih
Diskusi tersebut dimulai dipimpin oleh mederator, kemudian moderator tersebut memulai dengan mengajukan pertanyaan kepada anggota diskusi tersebut, pertanyaan adalah apa makna kasih? semua diminta untuk mengeluarkan pendapat. Akhirnya satu persatu mengeluarkan pendapat, pendapat tersebut bermacam-macam, setiap anggota mempunyai landasan sendiri-sendiri. Tetapi ada satu orang yang belum berpendapat, masih dilanjutkan berdiskusi dengan asyik silang pendapat terus menerus.
Tiba-tiba dengan asyiknya persilangan pendapat ada salah satu anggota yang terprosot masuk ke dalam benua tersebut.
Anggota yang lain dengan adanya salah satu anggota yang terprosot hanya diam saja tidak segera ada yang menolong, kebetulan orang tersebut tidak bisa berenang, orang yang ada di dalam perahu tersebut hanya menonton saja. Tiba-tiba ada salah satu orang anggota yang menolong temannya yang terprosot tersebut, yang menolong adalah seorang anggota yang belum berpendapat di dalam diskusi. Akhirnya ditolonglah orang tersebut, setelah menolong temannya yang terprosot, dia berpendapat: teman-teman inilah makna kasih. Jika kita tahu apa arti kasih dan makna kasih kalau tidak nampak di dalam kehidupan sehari-hari.
Itulah sedikit cerita dari saya, semoga kita dapat merenungkan makna tentang kasih dari cerita tersebut. ada kurang dan lebihnya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Dikemudian hari pengunjung benua tersebut bertambah banyak, karena di benua tersebut terdapat pemandangan yang sangat indah dan ada penyewaan perahu yang dapat digunakan untuk berputar-putar mengililingi benua tersebut.
Disuatu ketika ada sekolompok pemuda yang mengunjungi benua tersebut akan mengadakan diskusi bersama-sama di tempat tersebut. Akhirnya sekolompok tersebut sepakat akan menyewa perahu untuk mengadakan diskusi di tengah-tengah benua itu.
Diskusi tersebut berjudul: Memaknai arti kasih
Diskusi tersebut dimulai dipimpin oleh mederator, kemudian moderator tersebut memulai dengan mengajukan pertanyaan kepada anggota diskusi tersebut, pertanyaan adalah apa makna kasih? semua diminta untuk mengeluarkan pendapat. Akhirnya satu persatu mengeluarkan pendapat, pendapat tersebut bermacam-macam, setiap anggota mempunyai landasan sendiri-sendiri. Tetapi ada satu orang yang belum berpendapat, masih dilanjutkan berdiskusi dengan asyik silang pendapat terus menerus.
Tiba-tiba dengan asyiknya persilangan pendapat ada salah satu anggota yang terprosot masuk ke dalam benua tersebut.
Anggota yang lain dengan adanya salah satu anggota yang terprosot hanya diam saja tidak segera ada yang menolong, kebetulan orang tersebut tidak bisa berenang, orang yang ada di dalam perahu tersebut hanya menonton saja. Tiba-tiba ada salah satu orang anggota yang menolong temannya yang terprosot tersebut, yang menolong adalah seorang anggota yang belum berpendapat di dalam diskusi. Akhirnya ditolonglah orang tersebut, setelah menolong temannya yang terprosot, dia berpendapat: teman-teman inilah makna kasih. Jika kita tahu apa arti kasih dan makna kasih kalau tidak nampak di dalam kehidupan sehari-hari.
Itulah sedikit cerita dari saya, semoga kita dapat merenungkan makna tentang kasih dari cerita tersebut. ada kurang dan lebihnya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Minggu, 24 Juni 2012
CARA MENGHILANGKAN PASSWORD pada FILE PDF
Hi teman-teman, saat ini saya akan berbagi cara menghilangkan Password pada File PDF.
Biasanya di dalam file PDF kita menemukan file yang tidak dapat dibuka karena dipassword. Sehingga kita jika akan membuka menemukan kesulitan untuk membukanya.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya akan berbagi suatu hal yang dapat memecahkan masalah tersebut.
Cara menghilangkan password tersebut dengan cara satu software.
Jika teman-teman membutuhkan software tersebut Silahkan
Klik disini
Setelah software tersebut didownload instal software tersebut kedalam komputer atau leptop teman-teman.
Mungkin ini yang dapat saya bagikan, mudah-mudahan bermanfaat....
Biasanya di dalam file PDF kita menemukan file yang tidak dapat dibuka karena dipassword. Sehingga kita jika akan membuka menemukan kesulitan untuk membukanya.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya akan berbagi suatu hal yang dapat memecahkan masalah tersebut.
Cara menghilangkan password tersebut dengan cara satu software.
Jika teman-teman membutuhkan software tersebut Silahkan
Klik disini
Setelah software tersebut didownload instal software tersebut kedalam komputer atau leptop teman-teman.
Mungkin ini yang dapat saya bagikan, mudah-mudahan bermanfaat....
Rabu, 13 Juni 2012
The Power of Pretending
Banyak sekali orang yang mengatakan, “Nanti kalau saya sukses, saya akan menyumbang lebih banyak kepada panti asuhan, membantu orang lain, dan berkonsentrasi untuk menyebarkan kebaikan.” Pertanyaannya adalah kapan?
Jika anda menunggu hingga sukses dulu, untuk berbuat baik anda tak akan pernah sukses. Sukses adalah hasil dari segala hal positif yang kita lakukan di masa lalu, dan sebagai hasilnya itulah yang kita dapatkan.
Jika demikian mengapa tak sukses sekarang?
Apa yang ada dalam buku ini adalah melakukan dan mengaplikasikan metode¬metode sukses yang telah diajarkan oleh para tokoh¬tokoh sukses sejak ratusan tahun yang lalu. Sebuah metode sukses terbaik sepanjang masa, dan dilakukan dengan cara baru yang lebih asyik, sederhana, mudah, cepat dan menyenangkan.
Jika ingin membaca buku ini dengan lebih lengkap silahkan download bukunya disini.
Jika anda menunggu hingga sukses dulu, untuk berbuat baik anda tak akan pernah sukses. Sukses adalah hasil dari segala hal positif yang kita lakukan di masa lalu, dan sebagai hasilnya itulah yang kita dapatkan.
Jika demikian mengapa tak sukses sekarang?
Apa yang ada dalam buku ini adalah melakukan dan mengaplikasikan metode¬metode sukses yang telah diajarkan oleh para tokoh¬tokoh sukses sejak ratusan tahun yang lalu. Sebuah metode sukses terbaik sepanjang masa, dan dilakukan dengan cara baru yang lebih asyik, sederhana, mudah, cepat dan menyenangkan.
Jika ingin membaca buku ini dengan lebih lengkap silahkan download bukunya disini.
Selasa, 29 Mei 2012
MEMAKNAI HIDUP
Manusia di dalam kehidupanya terkadang mempunyai rasa mengeluh dan tidak dapat menerima keadaan yang telah dihadapi di dalam kehidupanya.
Sifat manusia jika kita lihat terkadang serba tidak terima terhadap apa yang sedang dialaminya. Oleh karena itu, manusia didalam kehidupanya biasanya didominasi oleh kehidupan yang kurang bersyukur.
Dengan demikian jika kita tidak dapat bersyukur terhadap apa yang telah diberikan Tuhan kepada kita berarti tidak bisa mengerti kasih Tuhan kepada kita yang telah diberikan, selain itu berarti kita tidak dapat memaknai hidup. Oleh karena itu, mari kita tetap bersyukur terus di dalam kehidupan kita, meskipun kita keadaan susah maupun senang kita tetap bersyukur, karena semua itu merupakan pemberian Tuhan yang tak ada habisnya.
Mungkin itu yang dapat saya bagikan, ada kurang dan lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Sifat manusia jika kita lihat terkadang serba tidak terima terhadap apa yang sedang dialaminya. Oleh karena itu, manusia didalam kehidupanya biasanya didominasi oleh kehidupan yang kurang bersyukur.
Dengan demikian jika kita tidak dapat bersyukur terhadap apa yang telah diberikan Tuhan kepada kita berarti tidak bisa mengerti kasih Tuhan kepada kita yang telah diberikan, selain itu berarti kita tidak dapat memaknai hidup. Oleh karena itu, mari kita tetap bersyukur terus di dalam kehidupan kita, meskipun kita keadaan susah maupun senang kita tetap bersyukur, karena semua itu merupakan pemberian Tuhan yang tak ada habisnya.
Mungkin itu yang dapat saya bagikan, ada kurang dan lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Selasa, 22 Mei 2012
SKYPE UNTUK HP DAN AKSES BAGI TUNANETRA
Skype adalah program yang digunakan untuk melakukan panggilan atau chat melalui jaringan internet.
Skype yang dipaparkan disini merupakan skype khusus untuk HP symbian.
Untuk penggunaannya ikuti langkah-langkah berikut:
1. Daftar terlebih dahulu untutk membuat accounts.
2. Setelah selesai mendaftar membuat accounts, download filenya.
Klik disini.
3. Setelah filenya didownload silahkan lakukan instalasi ke hp anda.
4. Setelah itu selasai dilakukan, silahkan gunakan skype anda dengan cara masuk program skype yang sudah terinstal, kemudian masukkan nama skype anda yang didaftarkan.
Demikian dari saya, mungkin ini yang dapat saya bagikan. Selamat mencoba.
Skype yang dipaparkan disini merupakan skype khusus untuk HP symbian.
Untuk penggunaannya ikuti langkah-langkah berikut:
1. Daftar terlebih dahulu untutk membuat accounts.
2. Setelah selesai mendaftar membuat accounts, download filenya.
Klik disini.
3. Setelah filenya didownload silahkan lakukan instalasi ke hp anda.
4. Setelah itu selasai dilakukan, silahkan gunakan skype anda dengan cara masuk program skype yang sudah terinstal, kemudian masukkan nama skype anda yang didaftarkan.
Demikian dari saya, mungkin ini yang dapat saya bagikan. Selamat mencoba.
Selasa, 15 Mei 2012
APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) PEDULI dengan TUNANETRA
APJII merupakan asosiasi yang bertujuan untuk mengatur tarif jasa internet yang ada di Indonesia.
APJIIini berdiri pada tanggal 15 mei 1996 tugasnya membantu menyediakan jasa internet yang berkualitas bagi masyarakat indonesia, selain itu APJII bertugas untuk memberikan internet kepada masyarakat dalam menunjang pengembangan sumber daya manusia di Indonesia dan membantu pemerintah dalam usahanya untuk memerataan ekonomi di tanah air melalui akses informasi dan komunikasi .
Jadi APJII merupakan lembaga yang berhubungan dengan segala aspek internet , dengan adanya APJII masyarakat Indonesia menjadi semakin lebih mudah dalam mengakses informasi. Dan dengan melihat perkembangan teknologi untuk tunanetra sehingga APJII memberikan bantuan kepada tunanetra.
Oleh karena itu, untuk memperingati hari ulang tahunnya APJII memikirkan para penyandang tunanetra. Dengan memberi bantuan komputer dan memberikan akses Internet dengan gratis kepada tunanetra.
Pelaksanaan ini dilaksanakan oleh APJII wilayah Jawa Tengah.
Bantuan ini diberikan kepada anak-anak SLBA/YKAb Surakarta pada tanggal 15 mei secara resmi. Mudah-mudahan dengan bantuan ini penyandang tunanetra lebih meningkat dalam perkembangannya di dalam penggunaan Internet.
APJIIini berdiri pada tanggal 15 mei 1996 tugasnya membantu menyediakan jasa internet yang berkualitas bagi masyarakat indonesia, selain itu APJII bertugas untuk memberikan internet kepada masyarakat dalam menunjang pengembangan sumber daya manusia di Indonesia dan membantu pemerintah dalam usahanya untuk memerataan ekonomi di tanah air melalui akses informasi dan komunikasi .
Jadi APJII merupakan lembaga yang berhubungan dengan segala aspek internet , dengan adanya APJII masyarakat Indonesia menjadi semakin lebih mudah dalam mengakses informasi. Dan dengan melihat perkembangan teknologi untuk tunanetra sehingga APJII memberikan bantuan kepada tunanetra.
Oleh karena itu, untuk memperingati hari ulang tahunnya APJII memikirkan para penyandang tunanetra. Dengan memberi bantuan komputer dan memberikan akses Internet dengan gratis kepada tunanetra.
Pelaksanaan ini dilaksanakan oleh APJII wilayah Jawa Tengah.
Bantuan ini diberikan kepada anak-anak SLBA/YKAb Surakarta pada tanggal 15 mei secara resmi. Mudah-mudahan dengan bantuan ini penyandang tunanetra lebih meningkat dalam perkembangannya di dalam penggunaan Internet.
Selasa, 08 Mei 2012
semangat menghadapi realitas.
Seorang manusia terkadang belum bisa mengerti keadaan diri sendiri. Karena seorang manusia sulit untuk mengerti keadaan apa yang telah dimiliki.
Ketidak tahuan Manusia tersebut disebabkan karena belum bisa menganali dirinya sendiri.
Oleh karena itu, mari kita belajar bersama untuk menerima keadaan yang telah diberikan oleh Tuhan. Tentunya manusia pasti ada kekurangan didalam hidupnya, tetapi kekurangan yang ada di dalam diri kita ini adalah sesuatu yang tidak membuat hidup ini terbatas. Selain itu, kita harus tetap bersyukur kepada Tuhan, karena apa yang diberikan oleh Tuhan Sesuatu hal yang terbaik untuk kita semua.
Mungkin ini yang dapat saya bagikan, ada kurang dan lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Ketidak tahuan Manusia tersebut disebabkan karena belum bisa menganali dirinya sendiri.
Oleh karena itu, mari kita belajar bersama untuk menerima keadaan yang telah diberikan oleh Tuhan. Tentunya manusia pasti ada kekurangan didalam hidupnya, tetapi kekurangan yang ada di dalam diri kita ini adalah sesuatu yang tidak membuat hidup ini terbatas. Selain itu, kita harus tetap bersyukur kepada Tuhan, karena apa yang diberikan oleh Tuhan Sesuatu hal yang terbaik untuk kita semua.
Mungkin ini yang dapat saya bagikan, ada kurang dan lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Sabtu, 05 Mei 2012
Sabar dalam menghadapi suatu Masalah
Sabar adalah suatu hal untuk menahan diri dari rasa emosi yang muncul dari dalam diri sendiri.
Oleh karena itu,Kesabaran dan emosi keduanya ini pasti berlawanan. Tetapi kesabaran yang ada di dalam manusia sering kali dikalahkan dengan rasa emosi yang muncul dari dalam diri manusia, yang disebabkan oleh kemarahan.
Kemarahan tersebut biasanya dipicu dari masalah yang muncul dari pihak lain, masalah itu tentunya tidak ada faktor kesengajaan. Tetapi masalah-masalah yang timbul tersebut mungkin disebabkan dari kesalah pahaman antara orang yang satu dengan orang yang lain.
Jadi, jika kita tahu akan terbawa emosi seperti sebelumnya yang pernah dialami, yang pada saat itu tidak dapat dikendalikan, kita harus lebih bisa mengerti keadaan diri sendiri. Selain itu, kita harus sabar dan lebih berpikir panjang untuk menghadapi masalah-masalah terjadi.
Mungkin ini yang dapat saya bagikan, ada dan kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Oleh karena itu,Kesabaran dan emosi keduanya ini pasti berlawanan. Tetapi kesabaran yang ada di dalam manusia sering kali dikalahkan dengan rasa emosi yang muncul dari dalam diri manusia, yang disebabkan oleh kemarahan.
Kemarahan tersebut biasanya dipicu dari masalah yang muncul dari pihak lain, masalah itu tentunya tidak ada faktor kesengajaan. Tetapi masalah-masalah yang timbul tersebut mungkin disebabkan dari kesalah pahaman antara orang yang satu dengan orang yang lain.
Jadi, jika kita tahu akan terbawa emosi seperti sebelumnya yang pernah dialami, yang pada saat itu tidak dapat dikendalikan, kita harus lebih bisa mengerti keadaan diri sendiri. Selain itu, kita harus sabar dan lebih berpikir panjang untuk menghadapi masalah-masalah terjadi.
Mungkin ini yang dapat saya bagikan, ada dan kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Minggu, 29 April 2012
CARA MENGGUNAKAN OBROLAN (CHATTING)DI FACEBOOK UNTUK TUNANETRA
Penggunaan obrolan di Facebook bagi tunanetra saat ini tentunya mengalami kesulitan. Karena Penggunaan Obrolan yang tersedia di facebook belum akses bagi penyandang tunanetra.
Mungkin teman-teman saat ini mengalami kebingungan tentang itu dan sedang mencari caranya untuk bisa melakukan obrolan atau chatting. Oleh karena itu, penulis ingin berbagi mengenai cara menggunakan obrolan atau chatting di facebook.
Untuk melakukan obrolan di facebook tersebut, harus ditambah program tambahan yang diinstal kedalam computer.
Program tersebut adalah Yahoo Messenger, program ini yang digunakan untuk melakukan obrolan atau chatting di facebook. Mungkin muncul pertanyaan bagaimana caranya? Disini penulis akan berbagi mengenai cara-caranya.
Berikut cara-caranya:
1. Download terlebih dahulu Yahoo messenger tersebut dan pilihlah bahasa yang sesuai dengan keinginan anda.
Klik Disini.
2. Instal Yahoo messenger tersebut kedalam computer anda dan ikuti langkah-langkahnya sampai selasai.
3. Kemudian silahkan masuk ke Email anda, lakukan Sign in ke yahoo messenger.
4. Selanjutnya lakukan Sign in juga ke facebook melalui Email tersebut. Setelah sign in ke facebook tersebut muncul pernyataan-pernyataan yang bersangkutan dengan kesedian atau tidaknya jika facebook dihubungkan dengan yahoo messenger.
5. Jika semua itu sudah berhasil, kemudian kembali ke menu yahoo messenger yang telah diinstal.
6. Selanjutnya sign in ke Yahoo Messenger tersebut dengan mengisikan alamat Email dan Password anda.
7. Setelah itu lakukan sign in lagi ke facebook dengan cara menekan ALT, kemudian cari sign in ke Facebook.
Selanjutnya Yahoo messenger sudah selesai proses menghubungkan dengan facebook dan siap digunakan jika proses semua itu dilakukan dengan urut.
Mungkin ini yang dapat penulis bagikan, apabila ada kurang dan lebihnya penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Kamis, 26 April 2012
Apakah Kita Mau Dihakimi?
Ketika kita berpikir negative kepada orang lain, sebenarnya kita juga sadar itu telah menghakimi orang itu, Karena lebih mudah menghilangkan rintangan yang ada dihadapan kita daripada melindungi orang lain.
Biasanya kita pasti menghindari hal yang akan membuat sakit kepada kita, tetapi hal itu jarang kita lakukan kepada orang lain. Oleh karena itu, mari kita belajar memberlakukan orang lain seperti apa yang kita rasakan.
Jika kita tidak mau merasakan hal yang tidak menyenangkan atau hal yang menyakitkan, seharusnya itu jangan sampai dirasakan orang lain.
Seperti yang tertulis di Injil matius pasal 22 ayat 39 hukum yang kedua, (Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri).
Mungkin ini yang saya dapat bagikan, ada dan kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Biasanya kita pasti menghindari hal yang akan membuat sakit kepada kita, tetapi hal itu jarang kita lakukan kepada orang lain. Oleh karena itu, mari kita belajar memberlakukan orang lain seperti apa yang kita rasakan.
Jika kita tidak mau merasakan hal yang tidak menyenangkan atau hal yang menyakitkan, seharusnya itu jangan sampai dirasakan orang lain.
Seperti yang tertulis di Injil matius pasal 22 ayat 39 hukum yang kedua, (Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri).
Mungkin ini yang saya dapat bagikan, ada dan kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Kamis, 19 April 2012
Kegagalan Awal dari Keberhasilan
Kehidupan yang kita jalani ini sering diberi kesempatan yang kedua jika yang pertama gagal. Tetapi hal tersebut kadang-kadang tidak kita perhatikan.
Ada hal-hal yang membuat kita tidak memperhatikan kesempatan itu, mungkin kita merasa tidak mampu untuk melakukan apa yang kita inginkan yang sudah gagal sebelumnya.
Oleh karena itu, jika kita gagal dan akan diberi kesempatan yang kedua harus manfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya.Dan perlu kita ingat, menerut saya kegagalan itu awal dari keberhasilan.
Mungkin ini yang dapat saya bagikan.
Ada hal-hal yang membuat kita tidak memperhatikan kesempatan itu, mungkin kita merasa tidak mampu untuk melakukan apa yang kita inginkan yang sudah gagal sebelumnya.
Oleh karena itu, jika kita gagal dan akan diberi kesempatan yang kedua harus manfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya.Dan perlu kita ingat, menerut saya kegagalan itu awal dari keberhasilan.
Mungkin ini yang dapat saya bagikan.
Jumat, 06 April 2012
SIAPA YANG HARUS DI ANDALKAN?
Jangan hanya mengandalkan pandangan mata saja, tetapi mata batin dan mata Rohani juga kita gunakan di dalam kehidupan kita sehari-hari.
Oleh karena itu, Setiap kita untuk menentukan pilihan harus bisa menggunakan itu semua, terlebih-lebihnya kita melibatkan Tuhan di dalam menentukan pilihan. Agar kita tidak jatuh kedalam yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan karena kecerobohan kita sendiri.
Oleh karena itu, Setiap kita untuk menentukan pilihan harus bisa menggunakan itu semua, terlebih-lebihnya kita melibatkan Tuhan di dalam menentukan pilihan. Agar kita tidak jatuh kedalam yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan karena kecerobohan kita sendiri.
Langganan:
Komentar (Atom)